Jumat, 18 Juni 2021 18:21

Puluhan Pelajar Positif Corona Berasal dari Klaster Tempat Tinggal

Reporter : Lizikri Damar Tanjung Novela Andelin

Limawaktu.id – Munculnya kasus positif COVID-19 yang terjadi pada puluhan siswa SD dan SMP di Kota Cimahi bukan merupakan dampak dari simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahap 1 dan 2 yang dilangsungkan sebelumnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Harjono mengatakan, munculnya kasus positif tersebut berasal dari klaster keluarga dan masyarakat sekitar tempat tinggal.

“Faktanya kami melihat munculnya itu dari klaster keluarga dan masyarakat, bukan dari sekolah,” katanya, dijumpai di kantor Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, Jumat (18/6/2021)

Lebih lanjut ia mengungkapkan, data terbaru yang dimiliki Dinas Pendidikan Kota Cimahi menunjukkan jumlah yang terkonfirmasi positif adalah 37 orang. Untuk yang kontak erat, guru SD dan SMP berjumlah 26 orang, sedangkan siswa SMP terdapat 49 orang.

“Ada beberapa dari mereka yang tinggal di satu lingkungan yang sama atau berdekatan. Kalau berdasarkan sekolahnya memang nggak terlalu (tidak sama, red),” ungkapnya, sambil menunjukkan data tempat tinggal pelajar dan guru yang terpapar di Cimahi.

Terkait kelanjutan PTM, Harjono mengatakan, Plt. Walikota Cimahi Ngatiyana telah memutuskan untuk menunda pelaksanaannya hingga sebulan ke depan jika Cimahi terus berada dalam zona merah.

Selain itu, ia berpesan agar masyarakat terus menjaga protokol kesehatan karena pandemi COVID-19 ini memang nyata adanya.

“Hanya kita yang bisa hentikan dengan mematuhi protokol kesehatan. Di rumah pun minimal mencuci tangan dengan sabun, jaga jarak dan kalau memungkinkan pakai masker di rumah,” pungkasnya.

Baca Lainnya