Senin, 14 Juni 2021 13:35

Puluhan Pelajar di Cimahi Positif Covid-19

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id,- Puluhan Siswa SD dan SMP dipastikan positif Covid-19 pada pekan ini. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Hardjono, Senin (14/6/2021).

Hardjono menyebutkan untuk siswa SD ada 23 yang positif Covid-19 dan 6 orang siswa SMP juga mengalami hal yang sama. Sementara untuk guru TK ada 2 yang positif sementara guru SD jumlahnya 18 orang dan guru SMP 4 orang.

Dikatakannya,   pada hari ini ada sekolah di Kecamatan Cimahi Utara dan Kecamatan Cimahi Selatan yang harus melakukan swab tes, karena guru-gurunya pada Kamis lalu kontak erat dengan yang positif Covid-19.

“Mereka terdeteksi kontak erat dengan rekan kerjanya yang positif,” katanya.

Untuk melakukan evaluasi atas kondisi yang terjadi dilakukan tracing dan treatmen kepada siswa dan tenaga kependidikan untuk dilakukan Kerjasama dengan tenaga Kesehatan di Puskesmas terdekat. Namun, Hardjono meyakini, kondisi tersebut terjadi bukan pada saat pelaksanaan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang dilakukan beberapa waktu lalu.

“Positifnya mereka bukan merupakan dampak dari pelaksanaan PTM tahap I atau II namun karena terjadi di lingkungan keluarga,” sebutnya.  

Sementara itu, Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengungkapkan, Pemerintah Kota Cimahi akan menunda pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka diawal Juli, jika masih dalam status Zona merah penyebaran Covid-19. Hal itu disampaikan Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana usai membuka rapat koordinasi bidang Kesehatan, di Gedung Cimahi technopark, Jalan Baros Kota Cimahi.

Menurut Ngatiyana, pihaknya akan melakukan evaluasi dan pemantauan selama tiga minggu kedepan terkait dengan perkembangan Covid-19 di Kota Cimahi. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kasus positif Covid-19 baik dikalangan siswa ataupun tenaga pendidik dan non kependidikan.

“Kita akan lakukan pemantauan terus kondisi yang terjadi, jika memang Cimahi masih Zona Merah, maka kami putuskan untuk menunda pelaksanaan PTM di Cimahi,” ungkapnya, Senin (14/6/2021).

Pihaknya, kata Ngatiyana akan lebih mementingkan keselamatan peserta didik dan para pendidik ketimbang memaksakan dilaksanakannya Pembelajaran Tatap Muka di sekolah.

“Kita mengutamakan keselamatan jiwa, makanya jika masih zona merah terpaksa kita tunda dulu,” jelasnya.

 

Baca Lainnya

Topik Populer