Limawaktu.id - Sudah sekitar sebulan lebih kemarau, sejumlah wilayah di Kota Cimahi dilaporkan mengalami kesulitan air bersih. Mereka mengandalkan bantuan pengiriman atau membeli air.
Seperti yang terpantau di RW 12 Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi, Kota Cimahi. Mayoritas yang terdampak krisis air bersih adalah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Alfian, Ketua RW 12 Kelurahan Leuwigajah menuturkan, di wilayahnya ada dua RT yang terdampak krisis air bersih sejak sebulan terakhir. Mereka adalah pelanggan yang masih setia dengan PDAM.
"Di RT 6 dan 8 itu juga gak semuanya. Hanya sekitar 30-40 rumah yang kesulitan air bersih," terangnya, Jumat (12/7/2019).
Dikatakannya, pasokan air bersih dari PDAM Tirta Raharja memang sejak kemarau ini memang sangat langka. Kondisi itu rutin setiap tahun saat memasuki musim kemarau.
"Memang airnya itu langka sekali ngalirnya," ucapnya.
Sebetulnya, kata Alfian, di wilayahnya ada sumur artesis yang beberapa tahun lalu dibangun oleh pemerintah. Tapi, artesis itu tidak laik untuk dikonsumsi. Airnya hanya bisa digunakan untuk Mandi Cuci Kakus (MCK).
"Untuk mandi sama cuci juga harus pakai filter (saringan)," ujar Alfian.
Dikatakannya, pihaknya sudah mengajukan permintaan bantuan air bersih kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Air Minum Kota Cimahi. "Kita sudah koordinasi dengan Pemkot, alhamdulillah Pemkot menyuplai kita dengan air bersih," pungkasnya.
Krisis air bersih juga terjadi di RT 01 RW 07 Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Sudah sebulan lalu warga tak mendapatkan pasokan air bersih.
Yani (64) warga sekitar, kekeringan yang terjadi selama satu bulan terakhir di Cimahi membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur yang berada di rumahnya telah lama surut.
"Iya dari sebulan lalu air gak ada. Kalau kemarau memang gini," ujarnya.
Ia mengatakan, dalam sehari keluarganya membutuhkan setidaknya sepuluh buah jeriken untuk memenuhi kebutuhan memasak dan mencuci. "Kalau enggak ada bantuan, paling beli air, seribu rupiah perjerikennya," ujarnya.
Dadang Suherman, Ketua RT 01 mengatakan sedikitnya ada 138 Kepala Kelurga (KK) yang membutuhkan bantuan air bersih di wilayahnya. "Memang tak semua warga kekurangan air bersih," kata Dadang.
Ia mengatakan telah dua kali melaporkan perlunya bantuan air bersih ke kelurahan. "Alhamdulillah respon dari kelurahan dan dinas terkaitnya cepat, dalam seminggu terakhir sudah dua kali datang ke sini truk airnya," ujarnya.
Dadang mengatakan, sebenarnya di wilayahnya ada bantuan pemerintah berupa sumur dangkal berikut mesin penyedot air, namun hasilnya masih belum optimal.
"Paling dalam sehari hanya bisa 40 jeriken maksimalnya, soalnya harus menunggu airnya tertampung dulu di torn, kalau langsung menyedot dari bawah mesinnya bisa rusak," katanya.
Terpisah, Kepala UPT Air Minum pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi, Dede M Asrori mengatakan, secara keseluruhan pihaknya siap menyuplai air bagi masyarakat yang membutuhkan air.
"Suat surat RW, diketahui kelurahan nanti diajukan. Kita langsung aja pengirim," ucap Dede.
Sampai kemarin, kata Dede, sudah ada permintaan pengiriman air bersih dari delapan wilayah. Baik yang mengalami krisis air bersih ataupun memang rutin pengiriman.
"Dikirimnya seminggu 2 (dua) kali per lokasi. Kapasitas 50 liter per detik," ujarnya.