Kamis, 31 Agustus 2023 17:57

Presiden Jokowi Apresiasi Capaian Daya Saing Infrastruktur Kementerian PUPR

Reporter : Bubun Munawar
Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air menjadi modal dalam meningkatkan daya saing bangsa.
Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air menjadi modal dalam meningkatkan daya saing bangsa. [Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR]

Limawaktu.id, Banten - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di ICE BSD, Banten, Kamis (31/8/2023).

Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi atas capaian pembangunan Infrastruktur yang turut mendukung peningkatan performa perekonomian di Indonesia. Pembangunan infrastruktur secara masif dan merata di seluruh pelosok Tanah Air menjadi modal dalam meningkatkan daya saing bangsa.

"Kita patut bersyukur bahwa IMD global competitiveness index di tahun 2023, Indonesia naik ranking dari 44 ke 34. Naik 10 peringkat dan masuk kategori tertinggi di dunia, karena lompatannya 10 peringkat. Dan, komponen competitiveness-nya, daya saing kita yang paling bagus di infrastruktur. Sekarang ini kita dinilai bagus dalam infrastuktur," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, saat ini performa ekonomi Indonesia terus mengalami peningkatan dari sebelumnya peringkat 42 menjadi 29 atau naik 13 peringkat. Hal ini perlu dilanjutkan agar competitiveness index Indonesia semakin baik dan akan kelihatan bahwa dalam bersaing dengan negara-negara lain memiliki kemampuan.

"Kompetisi antar negara saat ini betul-betul sangat sengit sekali, baik dalam memperebutkan pasar ekspor, investasi, dan semuanya," kata Presiden.

Menurut World Economic Forum,  peringkat daya saing infrastruktur Indonesia pada tahun 2012 berada di posisi 78, menjadi ranking ke 51 pada 2023. Hal ini tentu dapat berkontribusi terhadap status Indonesia masuk ke dalam daftar layak Investasi di pasar global.

Menteri Basuki mengatakan kecepatan pembangunan infrastruktur sangat dibutuhkan untuk mengejar ketertinggalan indeks  infrastruktur yang menjadi landasan bagi peningkatan perekonomian. Tidak hanya infrastruktur yang dibangun Kementerian PUPR, tetapi juga infrastruktur energi, transportasi, sumber daya air, perumahan serta teknologi informasi dan komunikasi. Dengan kata lain, infrastruktur yang semakin kompetitif menjadi kunci utama dalam menarik investasi ke Indonesia. 

"Jadi kalau investor mau masuk Indonesia yang ditanya pasti kesiapan infrastruktur. Apakah ada transportasinya, ada listriknya, ada telekomunikasinya, ada airnya, ada konektivitasnya," kata Menteri Basuki. 

Kementerian PUPR pada saat ini tengah menyelesaikan pembangunan 61 bendungan, dimana 36 telah tuntas hingga tahun 2023 guna menjamin ketersediaan air dan ketahanan pangan. Selanjutnya untuk mendukung konektivitas guna menekan biaya logistik telah dibangun jalan tol sepanjang 1.298 km pada 2015-2019. Panjang tol bertambah 511 km pada 2020-2022.

Selain itu juga dibangun Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) sebesar 24.230 liter/detik pada 2015-2019 dan bertambah 4.117 liter/detik pada 2020-2022. Untuk pembangunan perumahan program sejuta rumah telah mencapai 3.800.170 unit pada 2015-2019 dan bertambah 3.050.526 unit sambungan.

Acara Rakernas Ke-XVIII HIPMI turut dihadiri, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Lanyalla Mahmud Mattalitti, Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar, dan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Akbar Himawan Buchari. (*)

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer