Limawaktu.id, Malang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi peran yang telah dilakukan oleh Nahdlatul Ulama dalam menjaga eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal itu diungkapkannya saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama, di Malang, Jawa Timur, Minggu, 8 Februari 2026.
Prabowo pun berterimaksih kepada NU yang telah bersama sama dengan elemen yang lain mempertahankan kemerdekaan RI .
“Proklamasi kemerdekaan negara kita, iya 17 Agustus 1945 memang di Jakarta, proklamasinya di Jakarta, tapi ujian kemerdekaan itu, kemerdekaan itu diuji di Jawa Timur, diuji di Surabaya, diuji dalam pertempuran di Surabaya dan sekitarnya dan dalam pertempuran itu kita bangsa Indonesia telah berhasil mempertahankan kemerdekaan kita melawan negara-negara besar di dunia,” ungkap Prabowo.
Menurut Prabowo saat itu Indonesia berhasil menghadapi Inggris pemenang Perang Dunia Kedua, rakyat Jawa Timur, rakyat Surabaya, dipimpin oleh para kiai para ulama, telah membuktikan bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang tidak mau tunduk lagi kepada siapapun yang ingin menjajah bangsa kita.
“Intinya adalah terima kasih Nadatul Ulama, terima kasih para kiai para ulama, terima kasih seluruh Najihin semuanya keluarga besar, Nadatul Ulama, terima kasih atas peran NU menjaga kedamaian dan stabilitas di Republik Indonesia,” kata Prabowo.
Dia menjelaskan, sejak menjabat Presiden Republik Indonesia dari 20 Oktober 2024, dirinya disumpah di hadapan rakyat semuanya, disumpah untuk menjalankan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam Undang-Undang Dasar tersebut dikatakan tugas nasional yang pertama, tujuan nasional pertama adalah melindungi segenap tumpah darah bangsa Indonesia, melindungi.
“Saya terima tugas tersebut, saya terima mandat tersebut dan saya mengartikan bahwa melindungi segenap tumpah darah artinya melindungi rakyat Indonesia dari semua ancaman, dari ancaman fisik, dari ancaman kemiskinan, dari ancaman kelaparan, dari ancaman pelayanan-pelayanan kesehatan, dari ancaman ketidak tersedihanya pendidikan yang terbaik untuk rakyat Indonesia, itu tugas utama saya. Saya juga menerima tugas tersebut yang saya artikan, saya juga harus menjaga melindungi segala kekayaan milik rakyat Indonesia. Dan saya telah bersumpah di hadapan yang maha kuasa bahwa saya akan setia kepada rakyat Indonesia selama masih ada nafas di kandung badan saya. Hanya dengan pengelolaan kekayaan bangsa baru kita bisa sungguh-sungguh sejahtera,”
Prabowo memaparkan, setelah menjabat sebagai presiden, dia pelajari semua data, semua fakta, saya pelajari semua keadaan, ternyata bangsa kita diberi karunia oleh yang maha kuasa kekayaan yang luar-luar luar biasa.
“Tapi dimana-mana saya sampaikan masalahnya adalah apakah, apakah elit bangsa Indonesia pandai menjaga kekayaan tersebut. Ternyata saya menemukan bahwa terlalu banyak kekayaan kita yang tidak berhasil dijaga. Terlalu banyak Kekayaan Negara yang dicuri. Terlalu banyak kekayaan Indonesia yang hilang dari tanah kita. Terlalu banyak kekayaan kita yang dibawa lari ke luar negeri. Kita jangan takut, jangan ragu-ragu untuk mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Kita tidak boleh ragu-ragu dan saya dan pemerintah yang sebegini tidak akan ragu-ragu untuk melawan segala bentuk korupsi, segala bentuk penipuan, segala bentuk manipulasi, segala bentuk penggarungan atas kekayaan rakyat Indonesia,” paparnya.
Prabowo tidak akan ragu-ragu dan tidak akan mundur setapakun., karena dirinya merasakan harapan warga NU, agar bisa hidup adil dan makmur.
“saya merasakan dari sorotan mata ibu-ibu tadi. Saya merasakan harapan yang ada di hati ibu-ibu, harapan yang ada di setiap orang tua, harapan bahwa Indonesia yang merdeka harus Indonesia yang adil, harus Indonesia yang mahmur,” pungkasnya.