Kapolsek Cimahi Selatan, Kompol Sutarman Saat Dimintai Keterangan Di Lokasi Kejadian
Kapolsek Cimahi Selatan, Kompol Sutarman Saat Dimintai Keterangan Di Lokasi Kejadian [Fery Bangkit]
News

Polisi Periksa 10 Pekerja KCIC Soal Kebakaran Kemarin

Limawaktu.id - Pihak kepolisian sudah memanggil para pekerja jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) milik PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) untuk dimintai keterangan perihal kebakaran yang terjadi Selasa (22/10/2019).

Kebakaran itu dipicu meledaknya pipa minyak milik PT Pertamina yang berada di sekitar jalur KCJB. Pipa tersebut diduga terkena pengeboran yang tengah dilakukan oleh pekerja kereta cepat tersebut.

Kapolsek Cimahi Selatan, Kompol Sutarman mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan perwakilan pihak KCJB untuk memanggil para pekerja yang saat berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kemarin. Rencananya, para pekerja akan dimintai keterangan hari ini, Rabu (23/10/2019).

"Polsek melakukan pemeriksaan saksi dari karyawan yang bekerja di TKP. Pemeriksaan sedang berjalan di Polsek Cimahi. Rencananya ada 10 orang yang jadi saksi, " katanya saat ditemui di lokasi. Ia menerangkan, saat kejadian ada 13 orang yang sedang bekerja. Sebanyak 10 orang di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI), 3 orang Warga Negara Asing (WNA). Data itu diperoleh dari pihak PT KCIC.

Data itu menjadi jawaban dari simpang siurnya jumlah pekerja yang berada di TKP yang menyebutkan ada lebih dari satu korban. Namun, Sutarman memastikan korban meninggal hanya satu orang atas nama Li Xuanfeng (34), WNA asal China. "Dipastikan 1 (satu) orang yang meninggal. Kita sudah sisir. Berdasarkan keterangan KCIC, kurang (pekerjanya) cuma 1 dari 13 orang," terangnya.

Ia melanjutkan, pemeriksaan terhadap 10 saksi hari ini dilakukan untuk mencari titik terang penyebab pasti kebakaran itu. Rencananya, siang ini akan dilakukan juga oleh TKP oleh pihak kepolisian. "Kita ingin membuat terang peristiwa ini. Kita tanyakan saksi saat kejadian. Nanti ada olah TKP dari Polres dan Polda, Polsek mendampingi," pungkasnya. 

 

Baca Lainnya