Limawaktu.id - Perusahaan listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cimahi memastikan pasokan listrik bagi pelanggan di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) aman selama kemarau.
"Untuk sementara daya yang memasok beban untuk UP3 Cimahi masih aman. Beban kita itu sekitar 445 megawatt (MW)," tegas Manajer Bagian Jaringan PLN UP3 Cimahi Arrafat Alfarizi saat ditemui di Jalan Amir Mahnud, Kota Cimahi, Rabu (31/7/2019).
Dikatakannya, pasokan listrik bagi warga Kota Cimahi itu didapat dari sumber sub sistem Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata. Jumlah daya dari waduk itu mencapai 756 MW dan mempunyai cadagan dari pembangkit Patuha yang belum dioperasikan.
"Total diatribusi untuk subsistem Cirata meliputi Cimahi dan sebagian Purwakarta masih diangka 630 MW," terang Arrafat.
Kemudian, PLN UP3 mendapat pasokan tambahan dari sub sistem Bandung Selatan sebanyak 40 MW dan sub sistem Cibinong 70 MW, "Sehingga kita masih ada cadangan sekitar 156 MW. Jadi aman," jelasnya.
Kendati secara distribusi daya bisa dipastikan aman, namun pihaknya tidak bisa mengeliminasi kemungkinan padamnya listrik akibat faktor lain, terutama layang-layang.
"Kami imbau tidak bermain layang-layang di dekat kabel maupun jaringan, apalagi layang-layang yang menggunakan kawat di ujungnya," bebernya.
Jika kawat mengenai jaringan kabel, otomatis bakal menimbulkan trip sehingga terjadi gangguan distribusi berupa padamnya listrik.
"Itu pasti langsung trip (mati) listrik. Untuk perbaikan biasanya membutuhkan waktu paling sebentar 1 jam. Mesti ditelusuri dulu yang padamnya dimana," ungkapnya.
Hingga pertengahan bulan Juli, pihaknya mencatat sudah ada 3 kejadian padam listrik diakibatkan oleh layang-layang dengan kawat di bagian ujungnya.
"Sudah kita imbau, tapi tetap tidak bisa dilarang. Tentu harus ada peran dari pemerintah dan kesadaran masyarakatnya," tandasnya.