Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna Foto istimewa
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna Foto istimewa [Fery Bangkit]
News

Pinjam Uang Hingga Rp 285 Miliar, Pemkab Bandung Barat Harus Bayar Cicilan Rp 98 Miliar Setiap Tahun

Limawaktu.id - Pemkab Bandung Barat mendapat pinjaman daerah sebesar Rp285.500.400.000 dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dibawah Kementerian Keuangan PT Sarana Multi Insfrastruktur (SMI).

Pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai peningkatan dan pembangunan jalan kabupaten sepanjang 71 kilometer di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dengan modal pinjaman ini Pemkab Bandung Barat harus menyicil selama tiga tahun pembayaran dan dikenakan bunga 6,23 %.

Kepastian pinjaman itu ditandai dengan penandatangan Perjanjian Pinjaman Daerah Pemkab Bandung Barat kepada PTSMI (Persero) oleh Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna bersama Direktur PT SMI (Persero) Darwin Krisna Djayawinata di lantai 3 Kantor Bupati, Ngamprah, kemarin.

"Untuk wilayah Jabar, KBB menjadi yang pertama mendapat pinjaman daerah ini. Sesuai tujuan utamanya, pola pembiayaan ini menjadi alternatif daerah memiliki insfrastruktur dalam waktu singkat,"ujar Direktur PT SMI (Persero) Darwin Krisna Djayawinata.

Menurutnya, KBB mendapat bunga paling rendah daripada 62 daerah lain yang telah menjalin kerjasama dengan PTSMI. Sesuai tugasnya, PTSMI sebagai BUMN dibawah Kementerian Keuangan berupaya ikut serta melakukan percepatan pembangunan insfrastruktur di daerah.

"Setiap tahun KBB harus membayar sekitar Rp 98 miliar termasuk suku bunga," sebutnya.

Ditempat sama, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna mengatakan, langkah pinjaman daerah dilakukan untuk menjadikan jalan KBB 'Leucir' dalam tempo cepat.
Hanya dalam satu tahun jalan sepanjang 61 kilometer di KBB selesai dibangun dengan lebar 4-10 meter. Dengan rampungnya pembangunan jalan diharapkan merangsang pertumbuhan ekonomi, pariwisata dan pertanian.

"Seluruh pinjaman akan difokuskan untuk infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah selatan. Dalam hal ini, kita tidak semata membangun jalan yang bagus, tapi juga bagaimana membayar pinjamannya," katanya.

Ia sudah merencanakan tahun ini pembukaan tiga objek wisata baru di wilayah selatan. Diharapkan dengan akses jalan yang baik, wisatawan akan banyak mengunjungi objek wisata di selatan.

"Salah satu pendapatan dari pengembangan objek wisata di selatan itulah yang akan digunakan untuk membayar bunga pinjaman," jelasnya.

Bupati menargetkan, dengan sudah dilaksanakannya perjanjian pinjaman daerah, maka seluruh proyek perbaikan jalan dan jembatan sudah bisa dilelangkan.  Orang nomor satu di Bandung Barat ini menargetkan April sudah mulai pengerjaan fisik.

"Paling tidak akhir April sudah mulai dikerjakan," tandasnya.

 
 
 

Baca Lainnya