Limawaktu.id - Manajer Junior Humas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Raharja, Sri Hartati menjelaskan penyebab belum optimalnya distribusi air bagi pelanggan di wilayah utara.
Ia mengatakan, sumber air baku dari Situ Lembang hingga saat ini masih menyusut meski sudah diguyur hujan. Muka Air (TMA) yang normalnya bisa mencapai 7 meter, saat ini hanya berkisar diangka 3 meter saja.
"Banyak masyarakat yang menanyakan, kenapa pasokan air masih minim. Ya, karena sumber air bakunya juga belum optimal," kata Sri saat ditemui di Perumda Air Minum Tirta Raharja, Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Selasa (21/1/2020).
Perumda Air Minum Tirta Raharja sendiri mencakup tiga pelayanan. Yakni pelayanan wilayah utara yang meliputi Kota Cimahi, Cisarua, Lembang, Cikalongwetan, Batujajar, Cililin dan Padalarang (Kabupaten Bandung Barat).
Kemudian, wilayah pelayanan selatan yang meliputi daerah di Kabupaten Bandung seperti Soreang, Ciwideuy, Banjaran, Pangalengan dan Kutawaringin. Serta wilayah pelayanan timur yang meliputi Ciparay, Baleendah, Bojongsoang, Dayeuhkolot, Rancaekek, Majalaya dan Cicalengka. Jumlah total saat ini yang dialiri Perumda tersebut mencapai 100 ribu lebih Sambungan Rumah (SR).
"Yang terasa paling terdampak itu pelanggan di Cimahi saja, di selatan yang agak berat. Tapi kita tidak tinggal diam, kita terus upayakan dengan rekayasa dan mobilisasi tanki," ujar Sri.
Sebab air di Situ Lembang masih menyusut, air yang mengalir ke Sungai Cijanggel dan masuk ke perpipaan milik Perumda Air Minum Tirta Raharja masih sangat terbatas. Kondisi itu jelas sangat berpengaruh terhadap produksi air bersih dan distribusi terhadap pelanggan.
"Normalnya debit air untuk pelanggan di utara itu, termasuk untuk Cimahi 160 liter per detik. Tapi sampai saat ini masih 70-80 liter per detik. Jadi masih fluktuatif," terang Sri.
Dikatakan Sri, pihaknya terus berupaya untuk memberikan pelayanan optimal terhadap masyarakat meski saat ini sumber airnya masih terbatas. Pihaknya juga sudah melakukan survey untuk mencari sumber air baku baru.
"Tim Libang terus melakukan pencarian sumber air baku lain yang mungkin dikerjasamakan untuk pelayanan wilayah utara," pungkasnya.