Limawaktu.id, Lembang - Wakil Bupati Bandung Barat, H. Asep Ismail mengungkapkan, perilaku korupsi ibarat rayap yang menggerogoti secara perlahan tanpa terlihat, namun menimbulkan kerusakan besar jika hal itu tetap dibiarkan.
Hal itu disampaikannya, saat dilaksanakan Diseminasi Hilirisasi Penguatan Pemberantasan Korupsi dan Penandatanganan Dokumen Komitmen Bersama Antikorupsi Aparatur Desa yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Inspektorat Daerah.
Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya seremonial belaka, tetapi menjadi momentum penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berintegritas.
“Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bertekad penuh membangun tata kelola yang bersih, transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi,” kata Asep.
Korupsi itu seperti rayap. Ia tidak langsung terlihat, tapi sedikit demi sedikit menggerogoti dari dalam. Ketika disadari, kerusakan sudah begitu parah, bukan hanya pada bangunan fisik, tetapi juga pada kepercayaan rakyat, masa depan generasi, dan marwah pemerintahan.
Diseminasi Hilirisasi Penguatan Pemberantasan Korupsi dan Penandatanganan Dokumen Komitmen Bersama Antikorupsi Aparatur Desa adalah bentuk komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan lima tahun ke depan yang bersih dan transparan.
“Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, saya yakin kita bisa menciptakan Bandung Barat yang bebas korupsi, menjunjung tinggi amanah rakyat,” ungkapnya.
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Desa dan Ketua BPD se-Kabupaten Bandung Barat ini bertujuan untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, serta menjauhkan seluruh penyelenggaraan pemerintahan dari praktik-praktik korupsi.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Daerah terus mendorong sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) serta mempertegas komitmen antikorupsi dari hulu hingga hilir.
Penandatanganan Dokumen Komitmen Bersama Antikorupsi menjadi pengingat penting bagi seluruh aparatur agar setiap langkah dan kebijakan yang diambil senantiasa berlandaskan integritas dan menjauh dari perilaku korupsi.