Cimahi - Jumlah Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Penerangan Jalan Gang (PJG) dan Penerangan Jalan Lingkungan (PJL) di Kota Cimahi tahun ini dipastikan tidak mengalami penambahan karena anggarannya terdampak refocusing dan realokasi penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).
Padahal, jumlah PJU dan PJG saat ini belum ideal untuk menerangi gang, jalan lingkungan hingga jalan umum di 15 kelurahan se-Kota Cimahi. Jumlah PJU yang terpasang hingga tahun 2019 mencapai 16.531 titik dengan rincian PJU 3.480 titik, PJL sebanyak 4.221 titik dan PJG sebanyak 8.830 titik.
"Pengadaan sama pemasangan tertunda tahun ini, karena fokus untuk Covid-19," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Yanuar Taufik saat ditemui, Selasa (2/6/2020).
Awalnya, tahun ini Dinas Perhubungan Kota Cimahi akan melakukan penambahan PJG sebanyak 900 titik, PJL sebanyak 25 titik dan PJU sebanyak 47 titik. Pagu anggaran yang direncanakan mencapai Rp 3 miliar.
"Tahun depan insya Alloh adakan lagi, karena kan masih kurang," ucap Yanuar.
Ia mengungkapkan, jumlah ideal penerangan di Kota Cimahi adalah sebanyak 30.177 titik, dengan rincian PJU sebanyak 3.958 titik, PJL sebanyak 6.128 titik dan PJG sebanyak 20.064 titik.
"Jadi kurangnya itu kalau keseluruhan 13.646 titik. Rinciannya, PJU 505 titik, PJL 1.907 titik dan PJG 11.234 titik," terangnya.
Sementara untuk pemeliharaan, lanjut Yanuar, kemungkinan masih akan dipertahankan untuk mengantisipasi adanya kerusakan PJU, PJL hingga PJG. Anggaran pemeliharaan PJU untuk ketiga jenis itu cukup besar setiap tahunnya, yakni mencapai 8 miliar, dan sekitar Rp 600-700 juta untuk per bulannya.
"Itu anggaran untuk bayar listriknya saja. Belum nanti kalau misalnya ada kerusakan dan sebagainya, kan otomatis harua ada penggantian," ungkapnya.
Ia menegaskan, kusus penerangan jalan umum, pihaknya hanya mengelola dan melakukan pemeliharaan yang statusnya jalan milik Pemkot Cimahi. Sedangkan jalan provinsi seperti Jalan Kolonel Masturi dan Jalan Gatot Subroto serta jalan nasional yakni Jalan Jenderal Amir Machmud bukan menjadi kewenangannya.
Kepala Bidang Angkutan dan PJU pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Sumanto menambahkan, kekurangan penerangan memang terjadi dari sektor PJG. Apalagi dalam setiap Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), usulan yang selalu masuk adalah penerangan di pemukiman padat.
"Kalau PJU (jalan umum) sudah mendekati ideal karena seluruh ruas jalan di Cimahi udah terpasang. Hanya penambahan sedikit-sedikit," jelasnya.