Selasa, 11 Februari 2020 15:50

Pencemaran Lingkungan dan Tenaga Kerja Luput dari Perhatian

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id,- Warga Kecamatan Cimahi Selatan masih lupa pada karakteristik wilayahnya sebagaidaerah indutri di Kota Cimahi, Persoalan Pencemaran lingkungan hidup maupun ketenagakerjaan  ternyata masih luput dari perhatian warga. Hal itu tampak dari usulan yang disampaikan dalam musrenbang tingkat kelurahan yang dibahas di Fokus Grup Diskusi (FGD) Musrenbang Tingkat Kecamatan Cimahi Selatan pada Selasa (11/02).

Anggota DPRD Kota Cimahi Sobari mengungkapkan, banyak warga yang lupa akan persoalan yang dihadapi oleh warganya sendiri, padahal sebagai wilayah industri seharusnya persoalan pengangguran bisa dijadikan usulan masyarakat dalam permasalahan ketenagakerjaan dengan meminta pemerintah untuk merencanakan program yang bisa menyerap lapangan kerja.

"Sebaiknya peserta Musrenbang merencanakan program yang kedepannya bisa menyerap tenaga kerja," ungkapnya, disela pelaksanaan FGD.

Ketua LPM  Kecamatan Cimahi Selatan Sudjatmiko pun membenarkan hal itu, namun jika ada usulan yang belum tersampaikan di tingkat kelurahan, di tingkat kecamatan bisa ditambahkan. Prioritas usulan yang disampaikan oleh LPM Kelurahan merupakan usualan dari RW di masing-masing wilayahnya saat Musrenbang di tingkat kelurahan.

"Usulan itu datangnya dari para RW melalui Musrenbang di kelurahan masing-masing," katanya.

Dikatakan dia, pada pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan, apa yang belum diusulkan oleh masing-masing kelurahan bisa ditambahkan ditingkat kecamatan, sehingga akan melengkapi kebutuhan yang dirasakan masyarakat Kecamatan Cimahi Selatan.

Hal yang sama disampaikan Camat Cimahi Selatan Tuti Hestiantina. Menurutnya, saat ini persoalan sampah masih menjadi prioritas di Kecamatan Cimahi Selatan, apalagi sedang dilakukan kegiatan lingkungan terkait dengan 'zero weight', dimana masyarakat harus tumbuh kesadarannya dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga.

"Persoalan sampah masih jadi prioritas di Cimahi Selatan, termasuk soal banjir," pungkas Hesti. 

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer