Limawaktu.id,- Menjaga lingkungan hidup yang baik harus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat, bukan hanya tanggungjwab pemerintah.
Fenomena yang ada, lingkungan hidup di Kota cimahi sudah mulai mengalami pergeseran. Dibeberapa tempat malahan sudah terjadi perubahan peruntukan. Yang akibatnya berdampak pada munculnya banjir di beberapa tempat di Cimahi.
“Banyak oknum yang menyalahgunakan untuk kepentingan pribadinya namun merusak lingkungan,” sebut Robin Sihombing anggota DPRD Kota Cimahi yang juga Wakil Ketua Komisi I, saat Talkshow radio belum lama ini.
Terkait dengan banjir di Kota Cimahi, dulunya hanya Kelurahan Melong yang menjadi perhatian terkait di Kota Cimahi. Namun, saat ini dibeberapa tempat sudah mulai mengalami banjir.
Jika dilihat dari fenomena yang ada kondisi aliran sungai di Cimahi banyak terganggu akibat adanya bangunan liar disempadan sungai, pembelokan aliran sungai atau pendangkalan akibat kotoran ataupun sampah.
“Semua pihak memberikan kontribusi nyata pada dampak banjir yang terjadi di Kota Cimahi,” katanya.
Kurang sadarnya masyarakat, kurang fokusnya pemerintah dan pihak investor menjadikan persoalan banjir di Kota Cimahi menjadi klimaks.
Dikatakan Robin, untuk mengatasai persoalan banjir di Keluarahan Melong, Pemkot Cimahi sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp. 60 Milyar yang direncanakan digunakan untuk pembebasan lahan, pembuatan sodetan atau semacam embung.
“Bersama DPRD Kota Cimahi, Pemkot Cimahi sudah mengalokasikan dana Rp. 60 Miliar untuk mengatasi banjir di Kelurahan Melong,” pungkasnya.