pembuatan tanggul di perbatasan rw 01 dengan rw 02 kelurahan melong kecamatan cimahi selatan
pembuatan tanggul di perbatasan rw 01 dengan rw 02 kelurahan melong kecamatan cimahi selatan [Fery Bangkit]
News

Pemkot Cimahi Rutin Normalisasi Sungai, ini Hasilnya

Limawaktu.id - Untuk mengurangi luapan air di wilayah akhir, Pemkot Cimahi mengklaim kerap melakukan normalisasi sungai dengan cara pengerukan menggunakan alat berat di wilayah Melong, Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.

Kepala Seksi Drainase pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi, Sambas Subagja mengatakan, pengerukan hanya dilakukan dua kali dalam setahun, yang difokuskan ketika memasuki musim penghujan.

"Kalau kita selama ini mampunya setahun hanya 2 (dua) kali. Itupun waktunya berdekatan kaya kemarin 15 hari dulu kemudian akhir (bulan) kemarin 15 hari lagi," terangnya saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Kamis (26/12/2019).

Sambas mengungkapkan, dari hasil normalisasi sungai khusus di wilayah Melong, terkumpul sebanyak 6.000 meter kubik hasil sedimen yang dihasilkan. "Hasil pengerukan  kurang lebih dari 6.000 meterkubik yang di selatan," terangnya.

Khusus sedimen atau pendangkalan di wilayah Melong, menurut Sambas bukan hanya pendangkalan ilimiah seperti dari tanah. Namun ada pengakalan yang diduga dari limbah batu bara.

Selain pengerukan menggunakan alat berat, lanjut Sambas, Tim Kecebong DPKP Kota Cimahi juga rutin melakukan normalisasi sungai secara manual pada empat wilayah sungai di Kota Cimahi.

Hasilnya dalam setahun, terang dia, terkumpul sekitar 51.000 meter kubik sedimentasi dari total panjang 19,5 kilometer sungai yang ditangani. "Kalau yang sama Tim Kecebong total setahun bisa 51.000 meter kubi," katanya.

Ditegaskan Sambas, normalisasi dengan pengerukan sangat penting untuk mengembalikan ke kapasitas sungai. Pasalnya, begitu terjadi sedimentasi kapasitas sungai akan berkurang sehingga air akan meluap. 

Baca Lainnya