Limawaktu.id, Kota Cimahi - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi resmi menyiapkan serangkaian inovasi strategis untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Tahun Anggaran 2027. Langkah ini ditempuh guna memperkecil celah defisit keuangan daerah sekaligus memastikan program-program prioritas kemasyarakatan tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan ruang fiskal.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa penguatan pendapatan daerah menjadi kunci utama dalam mengelola anggaran yang berorientasi pada publik. Beliau memaparkan tiga pilar utama yang menjadi fokus Pemkot Cimahi dalam mengoptimalkan PAD, yaitu dengan cara melakukan Pemutakhiran Data Objek Pajak, melakukan pembaruan data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara menyeluruh, mencakup penyesuaian luas bumi dan bangunan, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), hingga pendataan objek pajak baru.
Tak hanya itu dilakukan juga Digitalisasi dan Teknologi Pemantauan dengan menerapkan teknologi mutakhir seperti pemasangan tapping box untuk evaluasi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) makanan dan minuman, serta penggunaan smart cam pada water meter untuk transparansi Pajak Air Tanah.
“Selain itu, Pemkot juga melakukan migrasi sistem PBB dan BPHTB, serta mengembangkan layanan BPHTB secara daring (online),” tegas Ngatiyana, Selasa, 6 Oktober 2026.
Mneurutnya dalam menaikan PAD Pemkot Cimahi juga melakukan Layanan Jemput Bola dengan memperluas jangkauan pelayanan pembayaran pajak dengan mendatangi langsung pusat-pusat keramaian, termasuk mempertahankan operasional layanan pada hari libur demi memberikan kemudahan bagi wajib pajak.
Selain memaksimalkan potensi penerimaan, Pemkot Cimahi juga mengimbangi kebijakan ini dengan menerapkan efisiensi ketat pada belanja penunjang internal. Anggaran operasional seperti biaya makan-minum, Alat Tulis Kantor (ATK), biaya perawatan, hingga intensitas kegiatan seremonial akan dipangkas secara signifikan.
"APBD bukan sekadar besaran anggaran yang dimiliki pemerintah daerah. Melainkan, bagaimana setiap rupiah kita pilihkan untuk hal yang paling penting dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Ngatiyana.
Melalui kombinasi optimalisasi pendapatan digital dan pengetatan belanja internal, Pemkot Cimahi optimistis dapat menjaga stabilitas ketahanan fiskal daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik sepanjang tahun 2027.