Bandung Barat - Pembukaan objek wisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih menunggu lampu hijau dari pemerintah pusat. Untuk itu, kepastian waktu dibukanya wisata belum diketahui.
"(Pembukaan wisata) belum bisa dipastikan. Nunggu jawaban dari Menkes dulu kata Pak Bupati," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, Sri Dustirawati saat dihubungi, Sabtu (6/6/2020).
Sri meminta, jika nanti mulai beroperasi, pengelola wisata harus memperhatikan carring capacity dan membatasi jumlah kunjungan wisatawan.
Untuk lokasi wisata maksimal 30 persen pengunjung, dengan jam operasional dari pukul 07.00 sampai 16.00 WIB. Sedangkan untuk hotel dan cafe atau restoran maksimal 50 persen pengunjung dari kapasitas.
"Untuk mencegah kemacetan arus lalu lintas ke wilayah Kabupaten Bandung Barat maka pihak Pengusaha tempat wisata, Hotel dan restoran diimbau untuk menerapkan tiket digital atau reservasi melalui media online terlebih dahulu," bebertnya.
Sri menyebutkan, untuk membendung laju wisata khususnya ke arah Lembang, pengelola diimbau untuk mengatur angka pengunjung agar tidak membludak. Selain itu, demi mengurangi risiko kerumunan, pengelola juga diimbau untuk melakukan penjualan tiket masuk secara online.
"Penjualan tiket juga diusahakan melalui online. Jadi nanti untuk mencegah laju wisatawan ke arah Lembang. Kan banyak pengusaha yang bekerjasama dengan travel-travel, jadi nanti diatur travelnya jauh jauh hari observasi agar tidak terlalu banyak," paparnya.
Sementara itu, Pengelola TWA Tangkuban Parahu, Putra Kaban mengatakan, pihaknya sudah siap menerapkan protokol kesehatan di obyek wisatanya. Sampai saat ini, Putra menyebutkan hanya menunggu arahan dari pemerintah untuk kapan diperbolehkannya beroperasi.
"Persiapan pembukaan wisata di twa sudah siap dan infrastruktur sesuai aturan Kemenkes di era new normal. Protokol kesehatan, kita sudah menyiapkan wastafel, pengecekan suhu tubuh, masker, dan menjaga jarak. Pedagang juga sudah diimbau untuk menjaga protokol kesehatan," katanya.