Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail memantau kondisi siswa yang keracunan usai menyantap MBG, di Kecamatan Cisarua, Rabu, 15 Oktober 2025.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail memantau kondisi siswa yang keracunan usai menyantap MBG, di Kecamatan Cisarua, Rabu, 15 Oktober 2025. [prokompim_kbb]
News

Pemkab Bandung Barat Telusuri Sumber Keracunan MBG di KBB

Limawaktu.id, Bandung Barat – Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengungkapkan, Sampai saat ini Pemkab Bandung Barat masih melakukan penelusuran terkait sumber keracunan yang terjadi dibeberapa kecamatan .

Untuk memastikan sumber keracunan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat membawa  Sampel muntahan dan makanan sisa untuk di periksa kandungan bakteri apa yang menyebabkan siswa tersebut keracunan.

“Kami berjanji akan melakukan evaluasi terhadap dapur-dapur yang mengolah menu MBG hingga timbul kasus keracunan,” terang Jeje, Kamis, 16 Oktober 2025.

Menurutnya, Pemerintah daerah Kabupaten Bandung Barat akan melakukan evaluasi mengenai MBG ini. Program ini sebenarnya sangat baik, tapi kalau tidak dievaluasi dengan tepat, kejadian seperti ini bisa terulang lagi.

Saat ini, kata Jeje, kondisi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus membaik. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat, dari total 518 korban yang sempat dirawat akibat insiden keracunan massal di tiga wilayah berbeda, kini hanya 50 siswa yang masih menjalani perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Meskipun sebelumnya keracunan massal meledak di tiga titik selama dua hari berturut-turut, Selasa (14/10/2025) di Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua dengan kasus terbesar di SMPN 1 Cisarua, hari berikutnya Rabu (15/10/2025) terjadi di Desa Pasir Langu dan di Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang.

Rinciannya, 502 korban dari klaster Desa Jambudipa atau posko SMPN 1 Cisarua, 11 siswa dari dua sekolah di klaster Desa Pasir Langu, dan 5 siswa dari dua sekolah juga di Desa Padalarang.

“ Seiring perkembangannya kondisi para korban berangsur pulih perlahan. Angka kesembuhan para siswa menunjukkan perkembangan yang baik. Hingga pagi ini, hanya tersisa 50 siswa yang masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan,” katanya.

Dia menjelaskan, 50 siswa itu dirawat menyebar di 6 fasilitas kesehtan, 7 siswa di Posko SMPN 1 Cisarua, 16 siswa di RSUD Lembang, 7 siswa di RS Jiwa Cisarua, 10 siswa di klinik advent, 9 siswa di RS Dustira Cimahi, dan 1 di Puskesmas Jayagiri.

 

Baca Lainnya