Kamis, 1 Juli 2021 18:35

Pemerintah Diminta Turun Tangan Atasi Kelangkaan Tabung Oksigen

Reporter : Bubun Munawar
Nasrul Sani,  pemilik Humus Gas Supplier agen penjual oksigen, bertempat di jalan Leuwigoong No 94 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi
Nasrul Sani, pemilik Humus Gas Supplier agen penjual oksigen, bertempat di jalan Leuwigoong No 94 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi [istimewa]

Limawktu.id,- Ketersediaan Tabung Oksigen mulai langka seiring menyusul  peningkatan kasus Covid-19 di Kota Cimahi.

Menurut Nasrul Sani,  pemilik Humus Gas Supplier agen penjual oksigen, bertempat di jalan Leuwigoong No 94 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi,  sejauh ini sudah ada 3 perusahaan isi ulang yang kolep lantaran tidak ada bahan. Belum lagi harga tabung gas isi 6 kubik dan 1 kubik harganya naik, bisa mencapai Rp 4 juta dan Rp 3 jutaan lebih.  Sementara isi ulang 6 kubik oksigen bisa mencapai  Rp 200 ribu, yang awalnya hanya Rp 100 ribu.

"Tabung  isi 6 kubik itu hanya dijual Rp 1,5 juta dan yang 1 kubik dijual hanya 700 ribu. Naiknya terlampau jauh, kasian mereka yang membutuhkan. Saya disini jual isinya hanya Rp 120 ribu, naik Rp 20 ribu. Saya engga tega naikin sampai 100 persen," terangnya, Kamis (1/7/2021).

Dikatakannya, dirinya meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan masalah ini. Pemerintah hanya tinggal mau menambah tabung yang sekarang dibutuhkan agar tidak terjadi kelangkaan dan mahal.

"Kebutuhan tabung di Kota Cimahi paling minimalnya 2000 tabung juga sudah cukup." Ungkapnya.

Saat ini, ia berharap pemerintah menyegerakan penyediaan tabung gas dan meningkatkan produksi isi ulang oksigen dengan harga yang pantas. Dirinya khawatir jika pemerintah tidak segera turun tangan, ada oknum yang memanfaatkan situasi ini.

"Saya khawatir ada oknum importir yang  menimbun tabung gasnya. Sampai-sampai dua rumah sakit di Cimahi saking kurangnya persediaan meminta kepada saya. Tapi jika pemerintah yang langsung memesan ke Cina, mungkin halnya akan lain." Pungkasnya

Baca Lainnya

Topik Populer