Limawaktu.id - Kondisi alam dengan datangnya musim penghujan yang terus mengguyur wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai menganggu jaringan milik Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Gangguan paling berbahaya terhadap jaringan listrik dimusim hujan adalah tumbangnya pohon, yang menimpa jaringan. Tercatat, sepanjang musim hujan ini sudah ada tiga kejadian pohon tumbang yang merusak jaringan listrik.
"Sampai hari ini sudah ada 1 kejadian wilayah Cimahi dan 2 Bandung Barat pohon tumbang yang menganggu jaringan listrik," kata Manajer Bagian Jaringan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cimahi, Pilih Kondang Paramarta saat ditemui di Kantor PLN UP3 Cimahi, Jalan Jenderal Amir Machmud, Kamis (12/12/2019).
Dikatakannya, kerusakan cukup parah terjadi di Rajamandala, KBB dimana pohon tumbang merusak tujuh tiang listrik dan satu gardu. Petugas sampai hari ini terus melakukan perbaikan hingga jaringannya kembali seperti semula.
"Ini hari ketiga perbaikan. Tapi kalau aliran listrik ke pelanggan sudah nyala. PLN berusaha perbaikan perbaikan dan penormalan pelanggan maksimal 3 jam," jelasnya. Untuk mengantisipasi gangguan listrik dimusim penghujan ini, kata Kondang, petugas PLN setiap hari rutin melakukan pemeliharaan jaringan. Termasuk gangguan akibat pohon tumbang yang menimpa jaringan.
Selain pemeliharaan rutin yang dilakukan setiap hari, PLN UP3 Cimahi juga memiliki tim khusus yang bertugas untuk melakukan pemangkasan pohon, Ada sekitar 8 personel per rayon yang dipersiapkan.
"Hampir semua titik rawan pohon lakukan pemeliharaan, pemangkasan dengan cara aman agar pohon gak kena jaringan dan tidak membahayakan orang," ungkapnya.
Dalam pemangkasan hingga penebangan pohon ini, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi maupun KBB. Selain itu, pihaknya meminta kepada masyarakat merelakan pohonnya dipangkas apabila berpotensi mengganggu jaringan listrik.
"Imbauan kepada masyarakat, terutama pohon yang mengganggu jaringan PLN minta direlakan untuk dipangkas, bahkan ditebang," imbuh Kondang.