Warga bersama Pemerintah Desa Karang Nunggal  melakukan kerja bakti untuk membuka akses sementara pasca longsor 4 April 2026. Namun, jalur tersebut saat ini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua
Warga bersama Pemerintah Desa Karang Nunggal melakukan kerja bakti untuk membuka akses sementara pasca longsor 4 April 2026. Namun, jalur tersebut saat ini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua [Istimewa]
News

Pemdes Karang Nunggal Tunggu Langkah Konkret Pemda Cianjur

Limawaktu.id, Cianjur - Pemerintah Desa Karang Nunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, hingga kini masih menunggu langkah konkret dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait dalam penanganan pasca longsor 4 April 2026 yang terjadi di wilayah tersebut.

Kepala Desa Karang Nunggal, M. Zamzam Mubarak, mengungkapkan bahwa pihak desa telah menyampaikan laporan kejadian bencana sekaligus permohonan bantuan kepada sejumlah instansi terkait. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang signifikan, terutama terkait penurunan alat berat dan perbaikan infrastruktur jalan yang terdampak.

“Kami masih menunggu respons dari BPBD dan dinas terkait, khususnya untuk pengerahan alat berat serta pembangunan kembali jalan yang rusak akibat longsor. Semua surat permohonan sudah kami sampaikan,” ujar Zamzam, Sabtu, 11 April 2026.

Menurutnya, akibat longsor tersebut, akses jalan di beberapa titik mengalami kerusakan parah dan sulit dilalui, terutama saat hujan turun. Kondisi ini berdampak langsung terhadap mobilitas warga dan aktivitas perekonomian di desa.

“Sebagai langkah darurat, warga bersama pemerintah desa melakukan kerja bakti untuk membuka akses sementara. Namun, jalur tersebut saat ini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan belum sepenuhnya aman, dari BPBD,PUTR, Camat dan Dinas Pertanian sudah melakukan peninjauan pasca longsor, ” katanya.

Diberitakan Limawaktu.id sebelumnya, Bencana longsor yang terjadi pada 4 April 2026 di RW 08 Desa Karang Nunggal Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, hingga kini belum mendapat penanganan. Kondisi tersebut mengakibatkan akses jalan rusak parah di sejumlah titik dan menyulitkan aktivitas warga.

Lebih dari sepekan setelah longsor menerjang, belum terlihat adanya penanganan nyata dari pemerintah. Akses jalan yang rusak parah dibiarkan, membuat warga kesulitan terutama saat hujan turun.

Longsor yang mencapai puluhan meter itu merusak sedikitnya lima titik jalan. Dua di antaranya kini dalam kondisi kritis dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Saat hujan, seluruh jalur berubah menjadi lumpur licin dan mengeluarkan air dari badan jalan, sehingga praktis tidak dapat dilintasi.

 “Kalau hujan, sudah tidak bisa lewat sama sekali. Jalannya jadi tanah, berlumpur, keluar air,” ungkap Lili, salah seorang Warga Desa Karang Nunggal Kecamatan Cibeber, Sabtu, 11 April 2026.

Kondisi ini bukan sekadar mengganggu, tetapi telah melumpuhkan aktivitas harian masyarakat. Akses pendidikan menjadi salah satu yang paling terdampak. Para pelajar terpaksa mencari jalur alternatif dengan risiko lebih besar dan biaya tambahan.

Lili menyebut, anaknya yang bersekolah di Cikondang, Kecamatan Ciranjang, harus menempuh perjalanan sekitar 4 kilometer menggunakan sepeda motor atau ojek setiap hari. Dalam kondisi cuaca buruk, perjalanan menjadi jauh lebih sulit dan memakan waktu.

“Anak sekolah jadi susah. Harus naik motor, kadang lebih jauh dan lama. Kalau hujan makin parah,” katanya.

Ironisnya, hingga kini warga mengaku belum mendapatkan kejelasan maupun tindakan konkret dari pemerintah desa maupun kabupaten. Tidak ada perbaikan darurat, tidak ada alat berat, bahkan tidak ada kepastian kapan penanganan akan dilakukan.

“Belum ada apa-apa, belum ditangani,” ujarnya dengan nada kecewa.

Jalan tersebut merupakan urat nadi aktivitas warga, mulai dari pendidikan hingga ekonomi. Warga berharap pemerintah tidak lagi menunda penanganan dan segera turun tangan sebelum kondisi semakin memburuk, terutama jika intensitas hujan kembali meningkat.

“Harapannya segera diperbaiki. Biar warga bisa beraktivitas normal lagi,” pungkasnya.

 

Baca Lainnya