Selasa, 6 April 2021 18:07

Pedagang Pasar Desa Mekarmukti Pertanyakan Bukti Uang Muka

Reporter : Bubun Munawar
Kondisi Pasar Desa Mekarmukti yang akan direvitalisasi
Kondisi Pasar Desa Mekarmukti yang akan direvitalisasi [limawaktu.id]

Limawaktu.id,- Jelang bulan suci Ramadan, para pedagang pasar Desa Mekarmulti, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak kunjung mendapat jawaban pasti perihal uang muka atau Down Payment (DP) sebesar 10 persen untuk kepentingan revitalisasi pasar. Total uang muka yang terkumpul dari sekitar 300 pedagang mencapai Rp 2 miliar. Uang tersebut diserahkan kepada panitia pembangunan yakni pihak desa setempat dan pengembang pada 2016 lalu.

  Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Desa Mekarmukti, Ajah Subarjah mengatakan, rencana revitalisasi total pasar yang dioperasikan sekitar tahun 1970-an itu sudah mengemuka sejak 2015. Untuk merevitalisasi pasar, Pemdes Kertamukti menggandeng CV Reksa Buana sebagai pengembang.

  "Dari total DP 30 persen, yang sudah masuk itu 10 persen. Yang dipertanyakan oleh pedagang, DP yang 10 persen itu enggak ada buktinya, sekarang kami harus menyiapkan DP kedua yang 20 persen," kata Ajah di Pasar Mekarmukti, Jalan Raya Cihampelas, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (6/4/2021).

  Dia mengungkapkan, di Pasar Desa Mekarmukti terdapat sekitar 300 pedagang yang telah memberikan uang muka 10 persen, dari harga kios antara Rp25-65 juta. Uang muka tersebut, terang dia, dijanjikan oleh panitia pembangunan yang terdiri atas pemerintah desa dan pengembang untuk disetorkan ke rekening bersama.

  Akan tetapi, hingga saat ini rekening bersama untuk kepentingan pembangunan pasar itu tak kunjung ada. "Pedagang itu ingin kejelasan yang DP pertama, mana rekening bersama? Sekarang pedagang diminta pindah ke tempat relokasi, harus disiapkan DP kedua yang 20 persen. Jadi, pengembang itu punya uang atau tidak buat membangun pasar?" tuturnya.

  Dia menambahkan, panitia juga belum menunjukkan kejelasan rencana pembangunan pasar, dari mulai tahapan, rencana anggaran biaya, hingga izin mendirikan bangunan. Padahal, pada 1-7 April 2021 para pedagang diminta untuk pindah ke tempat relokasi, lantaran pembangunan pasar akan segera dilaksanakan.

  "Tempat relokasinya juga sempit, sering banjir, lalu tempatnya terbuka jadi susah buat menyimpan barang-barang dagangan. Kalau semua pedagang pindah, sepertinya tempat relokasi itu tidak akan muat," pungkasnya.

 Kepala Desa Mekarmukti Andriawan mengatakan, rencana pembangunan sudah disosialisasikan kepada para pedagang, termasuk dilakukan mediasi, penandatanganan perjanjian, hingga imbauan terkait dengan rencana pemindahan. Penyerahan uang muka, kata dia, juga berdasarkan kesepakatan antara pedagang dengan pengembang.

 Meski begitu, Andriawan mengakui ada keluhan dari para pedagang yang menanyakan progres pembangunan, memgingat ada uang muka yang sudah dibayarkan. Pengembang, kata dia, juga kemudian mengajukan permohonan untuk menarik uang muka kembali.

  "Walaupun pada kenyataan di lapangan, DP pertama belum ada progres sesuai dengan perjanjian yang dibangun, yaitu untuk dibangun dengan sekian persen. Itu yang kemudian menjadi keluhan pedagang. Intinya, kami menengahi persoalan ini, dengan mendorong ke pihak mitra, ke pihak ketiga, untuk memperbarui perjanjian yang sudah dibangun sebelumnya," katanya.

 Dia menekankan, pemerintah desa mengambil kebijakan untuk melanjutkan pembangunan pasar, sesuai dengan kesepakatan dari kedua belah pihak, baik dari pedagang maupun pelaksana pembangunan. "Ini sebelum saya jadi kades ya, karena memang rencana pembangunan pasar ini perjalanannya cukup lama sampai sekitar lima tahun," ujarnya.

 

Baca Lainnya

Topik Populer