Limawaktu.id, Aceh Tamiang - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Jumat (30/01/2026), untuk memastikan proses pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor berjalan optimal. Kunjungan ini dilakukan dua bulan setelah wilayah tersebut terdampak bencana cukup parah pada akhir tahun lalu.
Kunjungan Wapres ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kehadiran negara secara cepat dan nyata dalam penanganan bencana, mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan jangka panjang. Presiden menginstruksikan agar seluruh kementerian dan pemerintah daerah bersinergi memastikan masyarakat terdampak tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga mendapatkan kembali akses pendidikan, kesehatan, serta hunian yang layak secara berkelanjutan.
Dijadwalkan tiba di landasan Lapangan Bima Patra, Kabupaten Aceh Tamiang, pada pukul 09.27 WIB, Wapres direncanakan langsung meninjau kondisi pembelajaran pascabencana di SMP Negeri 1 Karang Baru sebagai bagian dari upaya memastikan layanan pendidikan tetap berjalan.
Selain meninjau sekolah, Wapres juga diagendakan mengunjungi RSUD Aceh Tamiang, posko pengungsian, serta lokasi pembangunan hunian sementara bagi masyarakat terdampak.
Usai meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming melanjutkan agenda kunjungan kerjanya dengan meninjau posko pengungsian korban banjir di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (30/01/2026).
Kunjungan tersebut untuk memastikan para pengungsi memperoleh penanganan optimal serta terpenuhi segala kebutuhan dasarnya secara memadai selama masa pengungsian.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 26 Januari 2026, bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang mengakibatkan 101 orang meninggal dunia dan 18 orang luka-luka, serta berdampak pada hampir 292 ribu jiwa. Sebanyak 216 gampong (kelurahan) di 12 kecamatan terdampak, dengan lebih dari 6.000 warga hingga saat ini masih mengungsi di 58 titik pengungsian.
Dalam kunjungannya, Wapres meninjau langsung kondisi para pengungsi yang telah menempati posko pengungsian selama lebih dari dua bulan. Pada kesempatan tersebut, Wapres menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) agar seluruh warga terdampak segera memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.
Salah seorang pengungsi, Sri Utami (38), warga Desa Bundar, mengungkapkan bahwa hingga kini ia belum memiliki tempat tinggal setelah rumahnya roboh diterjang banjir dan tertimbun lumpur setinggi pinggang.
“Mudah-mudahan kami bisa mendapatkan huntara sesegera mungkin, sebelum bulan Ramadan,” harapnya.
Selain meninjau lokasi pengungsian, Wapres juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako serta mainan untuk anak-anak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi sekaligus membantu memulihkan semangat anak-anak terdampak bencana. Penyerahan bantuan ini turut didampingi oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, bersama perwakilan 100 Musisi dan Pekerja Seni Heal Sumatra, termasuk Tompi.