Sejak letusan terjadi pada hari Jumat hingga hari Senin ini, para nelayan di Pantai Carita  memilih untuk meliburkan diri akibat abu vulkanik yang masih menyelimuti kawasan pesisir pantai
Sejak letusan terjadi pada hari Jumat hingga hari Senin ini, para nelayan di Pantai Carita memilih untuk meliburkan diri akibat abu vulkanik yang masih menyelimuti kawasan pesisir pantai [Istimewa]
News

Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, Nelayan di Pantai Carita Pandeglang Belum Melaut

Limawaktu.id, PANDEGLANG - Aktivitas melaut para nelayan di kawasan Pantai Carita, Desa Sukanegara, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengalami pemberhentian sementara selama empat hari terakhir pasca-erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sejak letusan terjadi pada hari Jumat hingga hari Senin ini, para nelayan memilih untuk meliburkan diri akibat abu vulkanik yang masih menyelimuti kawasan pesisir pantai.

Menurut keterangan Kang Yus, seorang warga setempat yang ditemui di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Carita, situasi di sepanjang pantai secara umum sebenarnya aman, kondusif, dan terkendali.  Kendati demikian, kegiatan melaut harus dihentikan sementara demi keselamatan para nelayan dari dampak abu letusan.

"Untuk nelayan sih masih pada libur ini, Pak, soalnya masih ada debu-debunya gitu kan," ujar Kang Yus saat dihubungi  Senin, 7 September 2026.

Menurutnya, para nelayan sudah tidak melaut selama empat hari berturut-turut, terhitung sejak hari Jumat, Sabtu, Minggu, hingga Senin ini, menyusul peristiwa meletusnya Gunung Anak Krakatau.

Terkait kondisi abu vulkanik, Kang Yus menjelaskan bahwa intensitas debu pada hari Senin ini sudah mulai berkurang jika dibandingkan dengan hari Minggu kemarin.  Pada hari Minggu, debu yang turun cukup banyak hingga mengotori area lantai dan fasilitas umum di sekitar pantai.

"Ya, kalau di lantai itu, agak lumayan sih kalau disapuin mah. Kotor aja intinya mah gitu, seperti debu-debu lah. Kalau untuk ketebalan (satu sentimeter) mah tidak terlalu tebal," jelasnya.

Pria yang berprofesi sebagai tukang servis perahu ini menjelaskan, penurunan intensitas debu ini juga memengaruhi aktivitas penggunaan alat pelindung diri oleh masyarakat setempat. Pada hari Minggu kemarin, rata-rata warga yang beraktivitas di luar rumah menggunakan masker untuk menghindari paparan debu .  

“Namun, seiring berkurangnya debu pada hari Senin, sebagian besar warga sudah tidak lagi mengenakan masker,” jelasnya.

Meskipun aktivitas menjaring ikan di laut terhenti total, kehidupan sehari-hari masyarakat di Desa Sukanegara dilaporkan tetap berjalan dengan normal.  Kegiatan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan aktivitas warga di luar rumah masih berlangsung seperti biasa tanpa kepanikan.

Para nelayan juga memanfaatkan waktu luang selama masa libur melaut ini untuk melakukan perawatan armada mereka. Kegiatan servis dan perbaikan perahu-perahu nelayan di sekitar pesisir tetap berjalan aman dan lancar .

"Kegiatan masih biasa gitu ya, memperbaiki perahu masih biasa," pungkas Kang Yus.

Baca Lainnya