Selasa, 6 Desember 2022 12:24

Operasi Penambangan PT. Freeport Indonesia Dilakukan Dibawah Tanah

Reporter : Saiful Huda Ems (SHE)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Berada di area penambangan PT. Freeport Indonesia
Menteri Keuangan Sri Mulyani Berada di area penambangan PT. Freeport Indonesia [Istimewa]

Limawaktu.id,- Setelah tambang terbuka Grasberg selesai beroperasi pada tahun 2020, kini seratus persen operasi penambangan dilakukan di bawah tanah. Tercatat, terdapat 4 blok tambah bawah tanah yang saat ini aktif dikelola oleh PT, Freeport Indonesia. Teridi dari Deep Mill Level Zone (DMLZ), Grasberg Blok Cave (GBC), Big Gossan (BG), dan Kucing Liar (KL).

“Saya berkesempatan melihat langsung salah satu lokasi pertambangan bawah tanah tersebut,” ungkap Sri Mulyani, Selasa (6/12/2022).

Menurutnya, seluruh operasi penambangan bawah tanah melalui Ijin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) ini telah berkontribusi sebesar $2 miliar bagi penerimaan negara dan $473 juta bagi penerimaan daerah Papua di tahun 2021.

“Tahun ini kontribusi diproyeksikan meningkat menjadi $3.85 miliar untuk penerimaan negara dan $676 juta untuk penerimaan daerah Papua, dan akan terus meningkat,” sebutnya.

Dia melanjutkan, Dengan seluruh sumber daya yang ada, potensi pendapatan pemerintah mencapai $80 miliar hingga 2041 (asumsi harga tembaga $4 dan harga emas $1800). Hal ini menjadikan PT. Freeport Indonesia salah satu aset sekaligus kontributor besar penerimaan negara yang harus kita jaga bersama.

Dirinya mengaku senang dan bangga melihat berbagai komitmen dilakukan. Menerapkan tata kelola yang baik, menjaga standar-standar lingkungan dan keselamatan, mengoptimalkan SDM Indonesia terutama putra-putri terbaik Papua, meningkatkan manfaat ekonomi dan sosial, baik untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua maupun kemampuan generasi yang akan datang.

“ Saya harap semua ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer