Jumat, 29 Oktober 2021 18:49

Ngatiyana Minta Warga Tak Mudik Natal

Reporter : Bubun Munawar
Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana
Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana [Humas Cimahi]

Limawaktu.id,- Untuk mencegah penularan Covid-19 saat natal dan Tahun Baru, Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana meminta warga Kota Cimahi tidak mudik atau bepergian.
"Untuk mencegah kasus COVID-19, saya minta warga Cimahi disaat natal dan tahun baru tidak mudik dan bepergian," ungkap Ngatiyana pada Jumat (29/10).

Menurut Ngatiyana, pemerintah pusat sendiri sudah mengeluarkan kebijakan untuk menghapus cuti bersama Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, hal itu dilakukan guna mencegah penyebaran COVID-19.

Cuti bersama Hari Raya Natal pada 24 Desember 2021 yang dihapuskan tertuang dalam surat keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang hari libur nasional dan cuti bersama 2021.

Ngatiyana juga melarang para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Cimahi untuk mengambil jatah cuti pribadi saat Natal dan Tahun Baru. Cuti hanya akan diberikan untuk keperluan yang mendesak saja, seperti sakit hingga melahirkan.

"ASN tidak diadakan cuti dan liburan. Sehingga diam ditempat tidak kemana-mana. Ada aturannya khusus kalau melanggar, tentunya mengikuti regulasi disiplin ASN," jelasnya.

Ngatiaya khawatir akan ada peningkatan kasus diakhir tahun ini. Untuk itu, dirinya meminta semua elemen masyarakat untuk sama-sama menjaga dan melakukan antisipasi kemungkinan-kemungkinan yang tidak diharapkan itu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dwihadi Isnalini, jumlah kasus COVID-19 saat ini mengalami penambahan. Meski begitu, ia mengklaim masih terkendali.

Hingga Kamis (28/10/2021), jumlah kasus COVID-19 di Kota Cimahi sudah mencapai 12.987 orang yang terdata sejak tahun 2020. Sebanyak 20 orang di antaranya masih terkonfirmasi aktif terdapar virus korona.

Sementata angka kesembuhan sudah mencapai 12.723 orang, dan jumlah meninggal sebanyak 238 orang. "Alhamdulillah masih terkendali, tapi hari-hari ke depan kemungkinan ada (penambahan)," katanya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer