Kamis, 14 Januari 2021 14:01

Nasib Ajay, Nonaktif sebagai Wali Kota, tapi Masih Aktif jadi Ketua Partai

Reporter : Fery Bangkit 
wali kota cimahi nonaktif ajay muhammad priatna
wali kota cimahi nonaktif ajay muhammad priatna [limawaktu]

Limawaktu.id - Wali Kota Cimahi nonaktif, Ajay Muhammad Priatna kini masih menjadi tahanan KPK karena menjadi tersangka dugaan kasus suap perizinan Rumah Sakit Kasih Bunda, Kota Cimahi. 

Ajay ditahan sejak akhir November 2020 sebagai rangkaian dari penyidikan dari kasus tersebut. Selain Ajay, KPK juga menahan Komisaris Rumah Sakit Kasih Bunda, Hutama Yonathan.

Meski sudah menjadi tersangka dan menjadi tahanan KPK, ternyata posisi Ajay sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cimahi belum tergoyahkan. Dirinya masih menjadi pimpinan partai berlambang banteng tersebut.

"Kami beranggapan bahwa Pak Ajay masih Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cimahi," kata Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Cimahi, Purwanto saat dihubungi, Kamis (14/1/2021).

Bukan tanpa alasan unsur partai besutan Megawati Soekarnoputri itu masih menganggap Ajay Muhammad Priatna sebagai ketua. Sebab hingga saat ini, ungkap Purwanto, pihaknya belum menerima surat penonaktifan Ajay sebagai ketua.

Pihaknya baru mendengarnya secara lisan dari pihak DPP PDI Perjuangan. Namun secara legalitas melalui surat sampai har ini belum diterima. Menurut Purwanto, jika hanya baru sekedar lisan itu tidak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

"Surat resmi penonaktifan dari DPP Partai belum menerima. Kecuali dari DPP sudah mengeluarkan sepotong surat penonaktifan baru kita bisa ambil ke depan seperti apa," ungkap Purwanto.

Dikatakannya, pihaknya kerap berkomunikasi terkait permasalahan ini dengan DPD PDI Perjuangan Jawa Barat. Namun tetap dari DPD pun tidak bisa mengambil keputusan karena kebijakannya berada di DPP.

Untuk aktivitas partai selama Ajay berurusan dengan hukum, terang Purwanto, tetap berjalan seperti biasanya. Dari mulai kegiatan rapat-rapat, konsolidasi dan sebagainya yang dikoordinir oleh unsur pimpinan DPC PDI Perjuangan Kota Cimahi.

"Kalau kita di PDIP pimpinan partai ada 3. Ketua, sekretaris, bendahara. Apabila berhalangan, ada pendampingnya sekretaris dan bendahara. Jadi rapat konsolidasi partai tetap berjalan biarpun tidak ada ketua," jelasnya.

Sementara untuk sikap partai terhadap Pemkot Cimahi, lanjut Purwanto, pihaknya tetap bakal mendukung kebijakan-kebijakan yang memang untuk kemajuan Kota Cimahi. 

Apalagi saat ini Kota Cimahi masih dipimpin kader PDI Perjuangan, yakni Ngatiyana yang ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt). "Prinsipnya kami tetap mendukung kebijakan kepala daerah saat ini," tandasnya.

Baca Lainnya