Rabu, 1 Agustus 2018 22:06

Musdat Jabar Lahirkan Deklarasi Gedung Sate untuk Memelihara Jatidiri Bangsa

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id - Ada yang menarik dilakukan Yayasan Pamanah Rasa Nusantara (Yaparanus) dan elemen masyarakat Jawa Barat dalam memelihara nilia-nilai etika dan sopan santun. Pasalnya, yayasan yang  memiliki visi sebagai wadah untuk silaturahmi antar kerajaan, kesultanan, dan para pemangku adat di nusantara ini bertekad terus melestarikan nilai-nilai luhur yang terdapat di masyarakat, khususnya di nusantara. Belum lama ini, Yayasan yang diketuai DR. RA Hj Ikke Dewi Sartika ini menggelar Musyawarah Adat se Jawa Barat, bertempat di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Bandung.

Ketua Yayasan Pamanah Rasa Nusantara DR. RA Hj Ikke Dewi Sartika menyebutkan, dalam musyawarah adat yang dihadiri sejumlah praktisi budaya serta warga adat di Jawa Barat ini telah dideklarasikan pentingnya memelihara nilai-nilai luhur adat khususnya di tatar pasundan.

“Kami telah menggelar Deklarasi Gedung Sate yang pada intinya ingin melakukan usaha pemeliharaan adat sunda yang penuh dengan nilai-nilai luhur sebagai ciri budaya bangsa,” sebut Ikke.

Dikatakannya, setelah menggelar Musyawarah Adat Jawa Barat akan dilanjutkan dengan pelaksanaan Musyawarah  Adat Nasional (Musdatnas). Memelihara adat yang baik ini dilakukan supaya generasi muda dan masyarakat luas tidak melupakan nilai-nilai kebaikan  yang sudah sejak dulu.

“Agar pelestarian nilai-nilai luhur adat ini bisa berkembang dengan baik, kami akan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, sehingga ajaran budi pekerti bisa dipelajari oleh para siswa baik di pendidikan formal, non formal dan informal. Tak hanya generasi muda masyarakat  pun perlu diingatkan kembali  tentang nilai-nilai adat yang baik ini,” katanya.

Tak hanya itu, agar pemeliharaan adat ini bisa mengikat sejak dari tingkat RT, RW, kelurahan hingga Kabupaten, akan diupayakan agar pemeliharaan nilai-nilai luhur yang menjadi adat khususnya di tanah pasundan bisa terealisir, akan dibuat  payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda).

“Kami akan berusaha agar pemeliharaan nilai-nilai adat ini bisa dibuat aturan hukumnya, minimal dalam sebuah Peraturan Daerah,” paparnya.

Ikke melanjutkan, di era zama now sudah terjadi degradasi moral atau degradasi budaya.Hal ini tidak bisa dibiarkan mempengaruhi kehidupan masyarakat di Indonesia.

“Bukan berarti kita kembali  kepada zaman baheula dalam menghadapi pergaulan di masyarakat baik antar sesama, dalam keluarga, di lingkungan nasional ataupun internasional, tetapi bagaimana sikap dan perilaku kita bisa menjaga etika, sopan santun dan lain-lain sebagai nilai nilai luhur dan Jatidiri bangsa,” pungkasnya.

Baca Lainnya