Jumat, 17 Juni 2022 13:24

Moro Seneng Sumedang Tempat Favorit Pencinta Kuliner Bakso Sejak 1987

Reporter : Permana
Moro Seneng, bakso favorit di Sumedanv, Jabar
Moro Seneng, bakso favorit di Sumedanv, Jabar [Permana]

Sumedang, (limawaktu.id),- Bagi penikmat kuliner, khususnya Bakso, pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Bakso moro seneng. Tempat nge-bakso favorit di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Tempat ini sudah ada sejak tahun 1987 lalu. Hingga kini masih eksis, dan bahkan sudah berhasil membuka cabang diberapa tempat lainnya di wilayah Sumedang.

Moro Seneng yang berarti "Mencari Kesenangan atau Kebahagiaan". Disingkat "Morsen", nama yang lebih dikenal warga Sumedang pecinta bakso Moro Seneng. Menurut Wawan, selaku pengelola, Bakso Morsen didirikan orangtuanya pada tahun 1987, berlokasi di Perum Asabri Sindang Tamansari, Kab. Sumedang. Kini Bakso Morsen mempunyai 3 cabang, yakni di Tanjungkerta, Jatihurip dan Situraja.

"Sebetulnya ada 3 Morsen lagi, yaitu di Ganeas yang dikelola paman saya, Karapyak ByPass dan Anggrek yang dikelola bibi saya. Paman dan bibi sudah mandiri, tapi tetap memakai nama Morsen karena mereka menjalani bisnis di dunia kuliner bakso Moro Seneng ini dididik dan diajari oleh orangtua saya yang lebih dulu memulai usaha ini," jelas Wawan.

Wawan mengungkapkan, bakso urat jadi menu unggulan (best seller) sejak tahun 80-an, karena harganya sangat terjangkau di kantong pelanggan. Karena sejak tahun 80-an mayoritas pelanggan dari dulu adalah masyarakat yang akan bepergian/belanja ke pusat kota Sumedang, pasti mampir makan bakso dulu, yang notabennya adalah penumpang angkot, pelajar sekolah, anak pesantren, dan masyarakat umum lainnya yg sengaja datang.

"Walaupun dengan harga yang boleh dikatakan lebih murah dari yang lain. tetapi sejak tahun 80-an kita tetap mempertahankan kwalitas, yaitu dengan memakai daging sapi segar asli dan tanpa menambahkan pengawet atau pun pewarna makanan yang membahayakan bagi kesehatan," ungkap Wawan.

Dampak dari wabah covid-19 yang melanda negeri ini selama dua tahun terakhir, pihak manajemen Bakso Morsen berupaya untuk tetap mempertahankan eksistensinya. Diantaranya dengan berinovasi dengan varian menu baru. Tepatnya setelah tahun pertama covid-19 melanda Tanah Air. Menu baru Bakso Morsen antara lain: bakso iga, bakso beranak, bakso udang, bakso kuburan, bakso kawah/tumpeng, bakso keju, bakso selimut, bakso telor, bakso cengek/pedas, dan bakso mercon.

"Kita juga tetap menjaga cita rasa mie ayam, karena dari tahun 80-an juga kami juga bersanding dengan mie ayam selain bakso yang jadi andalan. Untuk minuman, selain kita sedia minuman dingin, ada juga es teh, es jeruk, dan es kampul (khas angkringan Solo)," tambahnya.

Wawan mengakui jika saat ini omset per harinya sudah mencapai ratusan porsi. "Inginnya target kita perhari adalah lebih dari 300 porsi. Mudah-mudahan ekonomi semakin membaik dan doa dari semua, kita bisa mendapatkan target kita. Aamiin," harapnya.

Baca Lainnya