Rabu, 26 Desember 2018 14:27

Miris, 30 Pelajar di Cimahi jadi Pecandu Narkoba Selama 2018

Reporter : Fery Bangkit 
BNN Kota Cimahi kepada wartawan di Kota Cimahi, Rabu (26/12/2018).
BNN Kota Cimahi kepada wartawan di Kota Cimahi, Rabu (26/12/2018). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Sebanyak 54 pecandu narkotika menjadi hasil akhir yang diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi selama tahun 2018.

Mirisnya, dari data pecandu itu, dominan atau 30 orang berasal dari kalangan pelajar. Mereka tengah direhabilitasi merupakan pelajar.

Baca Juga : Minuman Oplosan ala Wakwaw Tewaskan 9 Buruh di Bandung Barat

"Lebih banyak sekarang (yang direhab pelajar) dari tahun sebelumnya. Sebelumnya hanya beberapa kasus (pelajar) dan bisa ditangani oleh sekolah," ujar Syamsul Anwar Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kota Cimahi kepada wartawan di Kota Cimahi, Rabu (26/12/2018).

Dikatakannya, para pecandu narkotika termasuk pelajar itu mayoritas menggunakan obat-obatan terlarang yang mudah diakses. Saat ini pihak sekolah mulai meningkat kesadarannya agar mendorong pelajar yang menggunakan obat-obatan direhabilitasi di BNN Kota Cimahi. 

Baca Juga : Darurat Narkoba, BNNK Cimahi Nyatakan Perang dan Libatkan RW

"Kebanyakan (beli) dari toko obat. Tokonya legal, (obat) dijual kepada mereka yang tidak seharusnya membeli. Ini bisa diawasi kalau kita nungguin di toko obat, tahu siapa yang beli," ungkapnya.

Berdasarkan data yang disampaikan BNN, 54 pecandu yang direhabilitasi berada diantaranya di Puskesmas Cimahi Tengah 10 orang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat 5 orang, Rumah Sakit Mal 10 orang dan di Yayasan Dinamika Harapan sebanyak 25 orang. 

Baca Juga : Merusak Anak Bangsa, Pangdam Siliwangi Nyatakan Perang Terhadap Narkoba

"Berdasarkan jenis kelamin, 83 persen laki-laki dan 17 orang persen perempuan. Dari 54 yang direhab paling tinggi pelajar, 35 persen atau 30 orang pelajar yang menggunakan obat-obatan," ujar Kepala BNN Kota Cimahi, Ivan Eka Satya. 

Menurutnya, pengawasan toko obat juga menjadi kewenangan Dinas Kesehatan dan terkait perizinan berada di Dinas Perizinan. "Pengawasan bisa dilakukan oleh Dinkes soal toko obat, hanya perizinan ada di dinas perizinan," katanya.

Baca Juga : Aduh, Toko Jamu Kok Malah Jual Miras Ilegal

Berdasarkan data yang disampaikan BNN, 54 pecandu yang direhabilitasi berada diantaranya di Puskesmas Cimahi Tengah 10 orang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat 5 orang, Rumah Sakit Mal 10 orang dan di Yayasan Dinamika Harapan sebanyak 25 orang. 

"Berdasarkan jenis kelamin, 83 persen laki-laki dan 17 orang persen perempuan. Dari 54 yang direhab paling tinggi pelajar, 35 persen atau 30 orang pelajar yang menggunakan obat-obatan," ujar Kepala BNN Kota Cimahi, Ivan Eka Satya. 

Ia menuturkan, diantaranya yang lain dari kalangan swasta 30 persen, ibu rumah tangga 2 persen. Dengan didominasi penggunaan obat-obatan, dari konsumsi heroin ke konsumsi alprazolam.

Dirinya menambahkan, layanan rehabilitasi terhadap pecandu masih rendah sebab kesadaran masyarakat untuk melaporkan anggota keluarganya yang pecandu untuk direhab masih minim.

Baca Lainnya