Rumah Makan Apung di Waduk Saguling
Rumah Makan Apung di Waduk Saguling [Fery Bangkit]
News

Merananya Pemilik Rumah Makan Apung di Waduk Saguling

Limawaktu.id - Rumah makan terapung di Waduk saguling tepatnya di Kampung Ciminyak, Desa Rancapanggung, Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terdampar di dasar aliran air sepanjang musim kemarau. Ketinggian muka air yang semula sekitar 15 meter dari tepian, sekarang mengering dan hanya menyisakan aliran kecil dengan kedalaman kurang dari dua meter.

Rumah makan terapung tersebut memiliki bentuk depan seperti perahu, dengan dua bangunan dek yang dipasangi beberapa pelampung dari tong plastik. Di tengahnya terdapat kolam untuk menangkap ikan untuk bahan masakan.

Rumah Makan Apung di Waduk Saguling

Saat musim penghujan, rumah makan milik Yanto Hermansyah (45)  ini biasanya menyuguhkan Sungai Citarum. Namun, kini yang tersisa hanya rekahan tanah dan berhektar-hektar ladang yang digarap oleh masyarakat sekitar. "Kalau musim kemarau seperti ini, jarang yang datang untuk makan. Enggak seperti saat air besar, tapi kami sekarang mencoba bertahan saja," ujar Yanto saat ditemui di Rancapanggung, Rabu (25/9/2019).

Lokasi rumah makan terapung ini hanya berjarak sekitar belasan meter dari Jembatan Ciminyak yang menghubungkan Kecamatan Cililin dengan Sindangkerta itu. "Bukan mengganggu lagi, kadang sehari enggak ada yang makan. Pendapatan menurun, bahkan sangat drastis," bebernya.

Untuk menambah pemasukan, ia menanam tanaman palawija di samping rumah makan terapungnya. "Kalau keringnya sampai bulan Desember mungkin bisa dipanen, sekarang saya hanya berdoa sajalah semoga diberikan yang terbaik," jelasnya.
 
 
 

Baca Lainnya