Selasa, 15 Agustus 2023 22:25

Menkopolhukam Mahfud MD Sebut Sektor Pelabuhan Rawan Kejahatan Korupsi

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id, Menkopolhukam Mahfud MD mengungkapkan, Sektor Pelabuhan berpotensi menjadi salah satu sektor yang rawan dengan tindak Kejahatan Korupsi. Pasalnya, pelabuhan menjadi tempat keluar masuknya arus barang dan orang.

“Pada kasus-kasus tindak pidana perdagangan orang, itu mainnya di pelabuhan dengan petugas-petugas yang ada dipelabuhan. Coba bayangkan jika kapal-kapal asing yang masuk secara illegal masuk ke Indonesia terkadang ditangkap oleh aparat penegak hukum kita, tiba-tiba sahbandar pelabuhan mengeluarkan surat ini supaya dilepas, “ terangnya, dalam video yang diunggah di akun instagramnya, Selasa (15/8/2023).

Menurutnya, hal itu dilakukan karena alasan protokol internasional, hal ini seringkai terjadi, dan ketika berita itu masuk ke pemerintah pusat, pihaknya melakukan pemanggilan dan pelakunya ditangkap.

“Tidak usah ada protocol-protokol internasional tapi adili dulu di Indonesia. Protokol internasional itu kalau administratif dan sangat tekhnis. Kalau sudah jelas penyelundupan, pencemaran laut seperti itu tangkap dan bawa ke Indonesia untuk diadili,” katanya.

Mahfud menjelaskan, hal yang seperti itu banyak dan bermain di pelabuhan. Da;lam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang misalnya , tiap hari masuk lewat Batam lebih dari seratus orang untuk dijual ke luar negeri.

“Setelah diselidiki lewat calo dan sindikat perdagangan orang, di tiketnya ada tanda-tanda tertentu.ini semua dikoordinir oleh seseorang yang duduk di kapal dan masuk ke pelabuhan dengan aman, karena semuanya sudah diatur,” jelasnya.

Dia melanjutkan, begitu sudah mendarat di luar negeri seperti Malaysia mereka  dijemput lalu hilang entah kemana. Itu yang terjadi dan yang kemudian dalam dua bulan terakhir dilakukan penindakan. Di pelabuhan terjadi banyak masalah, karena terlalu banyak institusi yang menangani.

“Bahkan ada kapal yang masuk secara legal atau baik-baik harus melewati tujuh pemeriksaan. Beacukainya sendiri, BNN nya sendiri, Imigrasi dan yang lainnya sendiri, yang semuanya itu dulu ada tarifnya. Saya katakana dulu karena sekarang saya belum menangkap,” lanjut Mahfud.

Baca Lainnya