Limawaktu.id - Aktivitas di sejumlah objek wisata alam di sekitar Gunung Tangkuban Perahu kembali menggeliat pasca erupsi Gunung Tangkuban Parahu pada Jumat pekan kemarin.
Administratur Perhutani KPH Bandung Utara, Komarudin mengatakan, jumlah kunjungan juga mulai membaik. Ia berharap kunjungan wisatawan bisa kembali ramai pada akhir pekan ini.
"Situasi sudah di lapangan sudah normal, pengunjung juga sudah mulai ramai seperti biasa," kata Komarudin, Rabu (31/7/2019).
Pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Forkopimda, pengelola TWA Tangkuban Perahu, BBKSDA dan PVMBG terkait wisata pasca erupsi, Selasa (30/7/2019).
"Kalau di tempat kami, dampak dari erupsi memang sangat kecil sekali. Sekarang sudah bersih juga," ujarnya.
Sebelumnya, beberapa objek wisata di lahan Perhutani yang berdekatan dengan Tangkuban Perahu ditutup pada Sabtu (27/7/2019). Hal itu dilakukan demi faktor keamanan wisatawan.
"Kita sampaikan bahwa memang objek wisata di sekitar Tangkuban Perahu memang terdampak, tapi kecil. Tidak seperti di radius 200-300, abu sedikit, ketika erupsi kami minta agar pengunjung dan yang kemping untuk keluar dulu," katanya.
Sebelumnya, Direktur PT Graha Rani Putra Persada (GRPP), Putra Kaban selaku pengelola Gunung Tangkuban Parahu, berdasarkan hasil rapat tersebut, rencananya Tangkuban parahu akan dibuka secara resmi untuk umum, mulai Kamis (1/8/2019) atau setelah semua rekomendasi Gubernur diselesaikan pihak pengelola.
"Insya Allah hari Kamis (dibuka), untuk pembersihan sudah 90 persen. Akan tetapi karena belum ada hujan (abu vulkanik) ada lagi terbawa angin padahal sudah kita bersihkan beberapa kali," kata Putra.