Kamis, 15 Maret 2018 20:27

Mengintip Persiapan Umat Hindu Cimahi Jelang Hari Raya Nyepi

Reporter : Fery Bangkit 
Pura Loka Natha.
Pura Loka Natha. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Konsep Melasti menjadi pertanda perayaan para umat Hindu di Kota Cimahi jelang Hari Raya Nyepi 2018, yang akan jatuh pada Sabtu (17/3/2018).

Konsep Melasti tersebut merupakan upacara pensucian diri untuk menyambut Hari Raya Nyepi yang dilakukan seluruh umat Hindu.

Kemudian dilanjutkan dengan upacara Taur Agung Kesanga dan dilanjutkan dengan Catur Brata Penyepian.

I Ketut Nunas Arjana, pengurus Pura Loka Natha, mengatakan, semua Umat Hindu diwajibkan melakukan Catur Brata Penyepian saat melaksanakan Hari Raya Nyepi.

"Catur itu artinya 4 Brata itu kewajiban, jadi Umat Hindu harus melaksanakan 4 kewajiban," ujar I Ketut Nunas Arjana saat ditemui di Pura Loka Natha, Jalan Srwijaya, Kota Cimahi, Kamis (15/3/2018).

Dari empat kewajiban itu kata dia, yakni Amati Geni, Amati Lalanguan, Amati Lelunguan dan Amati Keharian.

Saat melakukan Amati Geni atau aktifitas yang tidak berhubungan dengan api seperti tidak merokok, dan harus mengendalikan api Rohani seperti mengendalikan emosi.

"Kemudian Amati Lalanguan, atau aktifitas yang berhubungan dengan hiburan, sehingga Umat Hindu  mematikan ponsel pun diharuskan," katanya.

Sementara Amati Lelunguan, kata dia, hubungannya dengan bepergian, sehingga umat hindu diharapkan bisa diam di rumah selama 24 jam untuk bermeditasi membaca kitab suci.

Kemudian yang terakhir, Amati Keharian yang hubungannya dengan aktifitas kerja, jadi semua umat Hindu tidak melaksanakan aktifitas bekerja.

"Melaksanakan Catur Brata itu tujuannya untuk mengosongkan pikiran ketika memohon kepada beliau untuk berdoa dan berterima kasih," katanya.