para buruh Kota Cimahi Saat Melakukan Aksi Demo
para buruh Kota Cimahi Saat Melakukan Aksi Demo [Foto Istimewa]
News

Menghadapi UMK 2021, Ini Harapan Wali Kota Cimahi dan Kalangan Pengusaha

Cimahi - Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna mengamini keinginan buruh di Kota Cimahi yang meminta Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) tahun 2021 naik sebesar 8 persen.

Namun jika keinginan itu tak dikabulkan, Ajay berharap para buruh menghargai keputusan dari pemerintah mengingat kondisi saat ini masih pandemi Covid-19, dimana sektor usaha sangat terdampak.

"Harapan saya apa yang diharapkan teman-teman buruh dipenuhi. Tapi kalaupun ada sedikit kendala, kita harus memakluminya juga karena situasinya belum normal," kata Ajay saat ditemui di Cimahi Techno Park, Selasa (20/10/2020).

Situasi dalam mengahadapi UMK tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Selain ditengah pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap kegiatan ekonomi, muncul Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang di dalamnya juga mencantumkan soal ketenagakerjaan.

Ajay mengakui hingga saat ini belum mengetahui percis skema apa yang akan digunakan untuk menentukan upah tahun 2021. Tahun sebelumnya, UMK ditentukan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, yang mengacu pada laju inflasi dan laju pertumbuhan ekonomi.

"Belum tau detailnya saya. Harapannya pasti (naik)," ucapnya.

Terpisah, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Cimahi, Christina Sri Manunggal enggan membahas lebih jauh terkait harapan pengusaha di Kota Cimahi terkait UMK 2021.Pihaknya masih menunggu kebijakan dari pemerintah terkait mekanisme pengupahan untuk tahun 2021.

"Kita masih menunggu saja pemerintah bakal bagaimana untuk kita pengusaha," ujarnya.

Dalam kondisi pandemi ini, ungkap Christina, semua perusahaan mengalami penurunan order yang cukup drastis. Rata-rata mencapai 50 persen dibandingkan sebelum adanya pandemi Covid-19.

"Dengan kondisi begini, sudah bertahan saja bersyukur. Kalau dari pengusaha, (harapannya) order jalan, bagus jadi pekerja juga sejahtera," ujarnya.

Dikatakannya, dunia usaha di Kota Cimahi sendiri saat ini belum pulih. Sebab, kebanyakan negara tujuan eskpor garmen dan tekstil dari Kota Cimahi masih menerapkan lockdown. Namun produksi tetap dilakukan sehingga jika kondisinya sudah membaik bisa langsung dilakukan pengiriman.

"Kita tetap mempertahankan order yang ada, kemudian berhemat. Produksi tetap jalan, nanti jualannya kalau sudah normal," pungkasnya. 

Baca Lainnya