News

Mengembangkan Industri Ekonomi Berbasis Teknologi di Cimahi Technopark

Limawaktu.id,- Cimahi Techno Park bukanlah berarti taman di mana Anda bisa duduk-duduk di ruangan terbuka. Arti dari “taman” di sini adalah tempat yang secara khusus dibuat untuk tujuan tertentu. Dengan kata lain, Cimahi Techno Park adalah ruang khusus yang dibangun dan dibina oleh Pemerintah Kota Cimahi untuk mengembangkan Industri Ekonomi berbasis teknologi.

Gedung tiga lantai ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang industri ekonomi kreatif berbasis teknologi, seperti convention hall, ruang tenant, ruang diskusi, laboratorium, dan Pusat Inovasi Baros (PIB) untuk mendukung pengembangan bisnis inovatif berbasis teknologi. Dengan luas 1 hektar, Cimahi Techno Park dibagi menjadi beberapa kluster insdustri, diantaranya kerajinan, tekstil, animasi dan telematika, serta pangan olahan.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Cimahi Adet Chandra menyebutkan,selama ini Cimahi Techno Park telah menggandeng perusahaan start up dan para teknopreneur muda untuk memajukan perekonomian Cimahi berbasis IT, terutama bisnis-bisnis di ranah industri makanan-minuman, digital kreatif, kerajinan dan tekstil. Dengan bimbingan dan pengawasan dari BPPT, beberapa teknopreneur Cimahi sudah mulai merangsek pasar nasional, bahkan internasional.

"Ada sekitar 342 kegiatan yang berlangsung di Cimahi Technopark. Dari jumlah tersebut sekitar 80 persen merupakan kolaborasi dengan masyarakat dan stakeholders ekonomi berbasis teknologi, sisanya baru dari kami," sebutnya.Salah seorang desainer asal Cimahi Tresna Abdullah mengungkapkan, di Cimahi Tecjnopark dirinya mendapatkan pelatihan dan bimbingan tentang menajamen dan administrasi, pengelolaan keuangan dan sebagainya.

"Alhamdulillah apa yang kami dapatkan menjadi bekal dalam menjalankan kegiatan ekonomi," katanya. Cimahi Techno Park bersama BPPT telah menelurkan produk electronic fishery karya M. Ihsan dan bahkan sudah go international. Produk ini memudahkan proses pemberian pakan ikan sehingga mampu menekan biaya produksi mencapai 70 persen atau setara dengan RP 2,5 miliar per bulannya untuk perusahan skala besar.

Sistem e-fishery kini telah diaplikasikan tidak hanya di Jawa Barat dan Lampung, akan tetapi juga di luar negeri seperti Thailand dan Banglades. Selain e-fishery, karya mendunia lainnya juga berasala dari Gerry Nusa Muhammad yang berhasil mengembangkan sistem virtual reality untuk manasik haji. (berbagai sumber)  

 

Baca Lainnya