Jumat, 26 April 2019 16:14

Mengapa Puncak HKB Digelar di Lembang? Ini Alasan Kepala BNPB

Reporter : Fery Bangkit 
Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana di Sesko AU Lembang, KBB, Jumat (26/4/2019).
Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana di Sesko AU Lembang, KBB, Jumat (26/4/2019). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB) memilih Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebagai lokasi puncak Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2019.

Penyebabnya ialah, karena di Lembang terdapat patahan atau sesar lembang aktif yang sering mengalami pergeseran sekitar 0,5 cm pertahun. Dampaknya pun bisa terasa sampai wilayah lain, seperti Kota Cimahi dan Kota Bandung.

Baca Juga : Simulasi Bencana di Pemkot Cimahi:Pegawai Takut, Dievakuasi Pakai Vertical Rescue

Hal itu diungkapkan Kepala BNPB, Doni Monardo saat peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana di Sesko AU Lembang, KBB, Jumat (26/4/2019). "Peringatan hari kesiapsiagaan bencana di Lembang, kenapa ? karena Lembang ada patahan yang cukup aktif. Kemudian penduduknya sangat banyak, kalau terjadi pergeseran dan timbul gempa, masyarakat tidak siap berarti timbul korban banyak," jelas Doni.

Selain itu kata dia, BNPB serta sejumlah kementerian dan lembaga memutuskan mengambil tempat di Lembang. Sekaligus mengajak masyarakat mulai dari tingkat kecamatan hingga RT/RW untuk terlibat dalam kegiatan ini.

Untuk mencegah risiko bencana sesar Lembang, jelas Doni, pihaknya telah melakukan upaya pencegahan di antaranya memasang papan informasi zona sesar Lembang, rambu-rambu hingga penanaman pohon yang bisa bertahan lama. Kemudian membuat jalur atau rute evakuasi serta menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat.

"Jenis pohon yang dipilih pun berusia ratusan tahun antara lain mahoni tahura dan damar, dua pohon ini teruji di Jabar menjadi bagian vegetasi yang cocok," bebernya.

Baca Lainnya