Untuk menggugah kesadaran masyarakat, Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali melaksanakan kegiatan Aksi Nyata Bersih Sampah, di PT Ayoe Indotama Textile, Kota Cimahi
Untuk menggugah kesadaran masyarakat, Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali melaksanakan kegiatan Aksi Nyata Bersih Sampah, di PT Ayoe Indotama Textile, Kota Cimahi [Diskominfo Kota Cimahi]
News

Membuang Sampah Secara Langsung Bukan Solusi Selesaikan Masalah

Limawaktu.id, Kota Cimahi - Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Maria Fitriana menegaskan bahwa membuang sampah secara langsung bukan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah Lingkungan.

“Membuang sampah langsung tanpa diolah tentu saja ini menjadi permasalahan kita ke depan. Mohon dukungan dari semua masyarakat Kota Cimahi, kita sudah punya program yang luar biasa, kita punya Hari Organik dan Hari Anorganik, juga sudah punya banyak bank sampah, kita juga harus melakukan banyak lagi kegiatan-kegiatan yang memang bisa melakukan pengelolaan sampah,” tegas Maria Fitriana, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 29 Oktober 2025.

Menurut dia, Untuk menggugah kesadaran masyarakat, Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali melaksanakan kegiatan Aksi Nyata Bersih Sampah, sebagai bagian dari gerakan nasional pengelolaan sampah yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Jumat (24/10/2025) hingga Minggu (26/10/2025), dengan puncak kegiatan berlangsung di PT Ayoe Indotama Textile, Kota Cimahi. Aksi dimulai dengan apel bersama yang dipimpin oleh dipimpin oleh Deputi Gakkum KLH RI Irjen Pol Rizal dan dihadiri perwakilan KLH/BPLH, unsur kewilayahan, perangkat daerah, dunia usaha, serta masyarakat. Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih di sekitar Jalan Joyodikromo.

PT Ayoe Indotama Textile yang menjadi lokasi kegiatan juga merupakan mitra strategis DLH Kota Cimahi dalam bidang pengelolaan sampah. Perusahaan yang memproduksi bahan tekstil ini berperan aktif dalam pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF) hasil olahan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Santiong sebagai pengganti bahan bakar batu bara dalam proses produksinya.

“Kolaborasi ini menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular di sektor industri yang mendukung upaya pengurangan emisi karbon di Kota Cimahi. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata penerapan ekonomi sirkular di sektor industri, sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon di Kota Cimahi,” katanya.

Baca Lainnya