Limawaktu.id, Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mulai mematangkan penyusunan Anggaran tahun 2027 melalui pembahasan Klasifikasi Rincian Output (KRO) dan Rincian Output (RO). Langkah ini dilakukan untuk memastikan perencanaan tetap adaptif di tengah tekanan efisiensi anggaran dan dinamika geopolitik global.
Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menegaskan bahwa penyusunan KRO dan RO harus berorientasi pada hasil yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat, tanpa mengorbankan kualitas layanan publik.
“Terkait pembahasan KRO dan RO, berkaitan dengan kondisi ekonomi negara kita, kita harus betul-betul efisien, memberikan output yang besar kepada masyarakat, sebagaimana tugas kita dalam memberikan pelayanan. Agar kualitas layanan tidak terganggu,” ujarnya, Selasa, 7 April 2026.
Rapat penyusunan anggaran ini dijadwalkan berlangsung secara berkelanjutan hingga 13 April 2026, dengan melibatkan sekitar 100 pegawai dari berbagai unit kerja pusat ATR/BPN. Fokus utama pembahasan adalah memastikan setiap usulan KRO dan RO memiliki kerangka acuan kerja yang jelas, selaras dengan target kinerja, serta realistis dalam implementasi di lapangan.
Dalu menekankan, usulan program tidak hanya harus kuat secara substansi, tetapi juga tertata secara struktur, logika perencanaan, hingga pembiayaan. Ia juga meminta agar dilakukan evaluasi terhadap kegiatan yang menunjukkan ketimpangan antara realisasi fisik dan serapan anggaran.
“Seluruh proses ini harus menghasilkan perencanaan yang lebih efisien, realistis, dan akuntabel,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Andi Tenri Abeng, mengungkapkan bahwa evaluasi internal menunjukkan banyak KRO dan RO sejak 2025 yang sudah tidak relevan dengan kondisi lapangan saat ini.
Menurutnya, pembahasan kali ini berpotensi membawa perubahan signifikan terhadap struktur perencanaan yang selama ini digunakan. Perubahan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian dalam penyusunan anggaran 2027.
“Harapannya, perubahan ini membuat kita lebih detail dan tidak ragu dalam menyusun penganggaran ke depan,” pungkasnya.