Foto istimewa
Foto istimewa [Fery Bangkit]
News

Masa OPD Covid-19 10 Warga Cimahi Usai, ini Hasilnya!

Limawaktu.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mengungkapkan hasil pemantauan warga Kota Cimahi yang masuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) terkait Coronavirus Disease (Covid-19).

Sebelumnya, ada 31 warga Kota Cimahi yang masuk ODP, dalam rangka pencegahan Covid-19. ODP belum menunjukan gejala sakit, hanya saja memiliki riwayat ke negara episentrum corona atau sempat melakukan kontak dengan Pasien suspect positif corona sehingga harus dilakukan pemantauan selama 14 hari.

Sekretaris Dinkes Kota Cimahi, Chanifah Listyarini mengatakan, dari total 31 yang masuk ODP, 10 orang di antaranya sudah selesai menjalani masa karatina di rumahnya masing-masing. Artinya, tinggal 21 orang lagi yang tengah dipantau Dinkes Kota Cimahi.

"Total yang sudah selesai pemantauan 10 orang. Sehat semua," ujarnya saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Senin (16/3/2020).

Rini, sapaan Chanifah Listyarini mengatakan sebetulnya, mereka yang masuk ODP itu dalam kondisi sehat. Namun karena baru pulang dari negara terdampak virus corona, maka sesuai protap maka harus dilakukan pemantauan selama dua pekan.

"Protap kami, pemantauan terus- menerus itu wajib kita lakukan selama 14 hari dan dia dikarantina dalam tanda petik tidak keluar rumah," tegas Rini.

Dikatakannya, selama masa pemantauan tersebut, yang bersangkutan harus memberikan laporan kondisi suhu tubuhnya kepada petugas Puskesmas melalu pesan singkat WhatsApp setiap hari.

"Mereka akan melaporkan suhu tubuhnya selama 14 hari naik apa enggak, jadi kita ada pemantauan masing-masing orang itu, ada setiap hari," sebutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Pratiwi menambahkan, selain ODP, berdasarkan informasi dari Pemprov Jabar, satu warga Kota Cimahi yang masuk Orang Dalam Pengawasan (ODP). Berdasarkan informasi yang diterimanya, kata dia, pasien tersebut merasakan gejala seperti demam, batu pilek usai pulang dari negara terpapar Covid 19.

“Gejalanya batuk, pilek demam. Habis dari negara terjangkit. Penanganannya di Pemprov sama rumah sakit rujukan di bandung. Kita nerima datanya,” ungkapnya.

Ditegaskannya, pihaknya belum bisa menyimpulkan pasien tersebut terduga virus corona atau tidak. Sebab hasilnya nanti akan diinformasikan rumah sakit yang yang melakukan pengawasan atau pihak Pemprov Jabar. 

Baca Lainnya