Limawaktu.id, Kota Cimahi – Mangkraknya pembangunan Lapangan Sepakbola Krida Utama yang berlokasi di RW 11 Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi diakui oleh sejumlah elemen, tak terkecuali dengan DPRD Kota Cimahi.
Anggota Komisi III DPRD Kota Cimahi Muhammad Nofid mengatakan, hingga saat ini memang pembangunan Lapang Krida Utama belum juga dilaksanakan karena belum tuntasnya pembebasan lahan. Saat ini masih tersisa satu orang lagi pemilik lahan yang masih belum menyepakati soal harga ganti rugi lahn miliknya yang akan dibebaskan untuk pembangunan Lapang Sepakbola Krida Utama tersebut.
“ Masih ada lahan yang belum dibebaskan milik salah satu warga, namun uang ganti rugi sudah dititpkan di Pengadilan, tinggal bagaimana Pemkot Cimahi berani melakukan eksekusi atau dibiarkan,” kata Nofid, lewat pesan Whatsapp, Selasa, 15 Juli 2025.
Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disbudparpora Kota Cimahi Erwandi. Saat ini pihaknya mau melaksanakan koordinasi kembali terkait dengan pembangunan lapang sepakbola yang saat ini digunakan untuk pembangunan Gedung Technopark.
“Kita mau koordinasi kembali untuk dibangun, masih trekendala dengan salah satu pemilik lahan yang belum menerima besaran ganti rugi lahan,” kata Erwandi.
Diberitakan Limawaktu.id sebelumnya, Masyarakat Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi mendesak Pemkot Cimahi untuk segera menuntaskan pembangunan Lapang Krida Utama yang saat ini dalam kondisi mangkrak selama Sembilan tahun.
“ Fasilitas Umum Lapang Sepakbola Krida Utama yang berubah Status jadi Gedung Tekhnopark ,sampai sekarang sudah 9 tahun mangkrak belum juga di bangun, “ ungkap Ketua Badan Kswadayaan Masyarakat (BKM) Master Nunu Nugraha, Minggu, 13 Juli 2025.
Dia menyebutkan, karena tak ada aktivitas disana saat ini tempat tersebut menjadi tempat pembuangan sampah sampah yang menggangu kesehatan Siswa Pelajar SMK Mochamad Toha yang tak jauh dari lokasi pembangunan. Kondisi tersebut terjadi di RW XI Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan.
“Tak hanya mengganggu kesehatan siswa, banyaknya sampah juga mengganggu warga setempat,” sebut Nunu.
Dia mendesak Pemerintah Kota Cimahi untuk segera menuntaskan pembangunan eks Lapang Krida Utama sebagai pengganti dari pembangunan Gedung Cimahi Technopark.