Minggu, 28 Agustus 2022 17:22

Lomba Agustusan di Pesantren Harikukun Garut, antara Strategi dan Gelak Tawa

Reporter : Iman Nurdin
Lomba peringatan HUT RI ke 77 di pesantren Harikukun, Cibatu, Kab Garut, diwarnai adu strategi dan gelak tawa, Minggu (28/08/2022).
Lomba peringatan HUT RI ke 77 di pesantren Harikukun, Cibatu, Kab Garut, diwarnai adu strategi dan gelak tawa, Minggu (28/08/2022). [Istimewa]

Garut, (limawaktu.id),-  Suasana peringatan HUT RI ke-77 masih dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Tak terkecuali pondok pesantren Al Amanah Tabiyyatul Athfal, Harikukun, Cibatu, Kab. Garut, menggelar berbagai lomba adu ketangkasan, Minggu (28/08/2022).

Berbagai lomba ditampilkan, mulai lomba mengasah otak, lomba mengasah strategi dan stamina, hingga lomba adu kecerdikan.

Salah satunya lomba membawa karet gelang dari satu tempat ke tempat lain. Peserta lomba yang didominasi  laki-laki dewasa ini tampak antusias. Bukan sekadar adu kecerdikan, alih-alih mengundang tawa para penonton.

Keterampilan dan siasat dikerahkan para bapak tersebut  agar tidak ada kesalahan saat membawa karet. Pasalnya, karet tersebut dibawa dan estafet melalui media sedotan yang dibawa menggunakan bibir peserta.

Lomba karet gelang ini malah mengundang gelak tawa.  Betapa tidak, pria kekar dan berkumis maco harus memasukan karet gelang ke sedotan yang ada di bibir teman timnya.

Tidak sampai di situ, penonton pun dibuat terpingkal melihat usaha peserta yang dibalut karung dilengkapi helm di kepalanya. Pada lomba ini, peserta dituntut berjalan bahkan berlari dari garis start menuju finish dalam keadaan badan dibalut karung.

Alih-alih ingin cepat sampai garis finish para peserta justru terjatuh dan mengguling-guling di arena bekas sawah itu.

Pimpinan Ponpes Al Amanah Tarbiyatul Atfhal Kyai Haji Hasan Mustopa mengatakan,  kegiatan tersebut digelar sebagai wujud bersyukur atas kemerdekaan Indonesia yang ke 77. Adapun perlombaan yang dihelat, kata dia, hal itu  untuk memupuk persatuan dan persaudaraan di antara peserta.

"Ini untuk persatuan bangsa, intinya silaturahmi sekaligus berbagi dengan mereka. Semoga semua bahagia," kata Hasan Mustopa.

Kegiatan ini dimeriahkan 100 orang peserta dari pesantren, tetangga dekat pesantren, bahkan ada peserta dari luar wilayah pesantren. Pihaknya berharap silaturahmi ini terus terjalin dengan indah, sehingga tercipta kebahagiaan bersama demi bangsa yang dicintai.

"Ada 100 orang peserta, hadiah yang disediakan cukup banyak, mulai dari baju koko, kaos kekinian, alat Solat seperti sajadah, hingga pakaian dan perlengkapan bayi," kata dia.

Kegiatan ditutup dengan panjat pinang. Ada dua pinang yang berdiri di arena lomba, satu pinang untuk dewasa dan satu pinang ukuran pendek untuk anak-anak yang sudah bisa memanjat.

"Alhamdulillah semua terlihat antusias, gembira dan penuh tawa. Yang penting kondisi itu tercipta, soal hadiah, itu hanya apresiasi dan mudah-mudahan bermanfaat," kata dia.

Baca Lainnya

Topik Populer