Limawaktu.id, Lembang — Para petani yang terhimpun dalam 16 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) desa se Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat kembali menyelenggarakan ajang Farmers Fun Day, sebagai bentuk syukuran atas hasil panen serta wadah kebersamaan. Kegiatan yang melanjutkan gelaran pertama pada tahun 2022 ini menampilkan ragam kreativitas petani dan menjadi wujud nyata semangat gotong royong masyarakat setempat.
Ketua Pelaksana Farmers Fun Day Yudi Permana mengungkapkan, pada perhelatan tahun ini, Kegiatan akan dilaksanakan pada Kamis, 24 September 2026, di Lapang Desa Wangunharja Kecamatan Lembang.
Acara terasa kian istimewa dengan pencapaian Rekor MURI sebagai bentuk apresiasi atas rekor capaian Lembang yang dibuktikan sebagai salah satu kawasan penghasil sayuran terbanyak dan terbaik.
“Fokus utama undangan ditujukan kepada kelompok tani terstruktur. Setiap Gapoktan desa menghimpun minimal 50 perwakilan sehingga mendatangkan sekitar 1.000 petani undangan, sementara total kehadiran pengunjung diprediksi mencapai 1.500 hingga lebih dari 2.000 orang,” ungkap Yudi saat dihubung Limawaktu.id, Senin, 21 September 2026.
Yudi menyebutkan, kemeriahan syukuran ini turut diwarnai parade kreativitas petani, seperti penampilan jampana. Penyelenggaraan Farmer Pandai dilaksanakan secara murni swadaya dan gotong royong oleh para petani tanpa adanya alokasi anggaran maupun dukungan dari pihak pemerintah.
“Dukungan eksternal hanya berasal dari pihak swasta melalui sponsor penyedia benih, pupuk, dan pestisida, selebihnya kegiatan ini dilakukan secara swadaya,” sebut Yudi.
Yudi Permana menegaskan bahwa momentum syukuran ini memuat pesan khusus yang ingin disampaikan kepada pemerintah pusat terkait arah kebijakan ketahanan pangan nasional. Pasalnya, kebijakan saat ini dinilai terlalu condong ke sektor padi, sehingga sektor hortikultura mengalami minimnya perhatian dan dukungan pemerintah selama tiga tahun terakhir.
“Melalui ajang ini, para petani Lembang mengusung dua harapan dan langkah strategis demi keberlanjutan usaha tani, yaitu pertama akses Permodalan dimana akan dihadirkan perwakilan perbankan agar alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor hortikultura dapat dibuka kembali dan dipermudah proses pengajuannya,” tegasnya.
Yang kedua, kata Yudi, soal pemasaran Produk, karena Petani ingin memanfaatkan momentum program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai peluang strategis dalam menyerap hasil panen sayuran unggulan Lembang.
“Melalui forum saresehan, kami berharap dapat membuka akses permodalan perbankan serta menjalin jaringan pemasaran langsung yang lebih luas. Secara keseluruhan, inisiatif ini menekankan semangat gotong royong petani dalam memperkuat ketahanan pangan lokal secara mandiri,” pungkasnya.