Jumat, 22 Juni 2018 19:37

Lebih dari 800 Ribu Kendaraan Melintas di Jalur Wisata Lembang Selama Libur Lebaran

Reporter : Fery Bangkit 
Kasatlantas Polres Cimahi, AKP Suharto.
Kasatlantas Polres Cimahi, AKP Suharto. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cimahi mencatat, jumlah kendaraan yang melintas di jalur wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat selama libur lebaran 2018 mencapai 813.797 kendaraan.

Volume kendaraan di jalur Wisata Lembang, pada H+4 lebaran mulai mengalami penurunan sekitar 20 persen karena jumlah wisatawan juga sudah mulai berkurang lantaran sudah banyak yang masuk kerja.

Baca Juga : Cabai Tanjung di Cimahi Sentuh Rp 80 Ribu/kg

Kastlantas Polres Cimahi, AKP Suharto mengatakan, pada H+4 Lebaran jumlah kendaraan yang melintas di Jalur Wisata Lembang sebanyak 62.921 dan pada H+5 sebanyak 53.381 kendaraan.

"Sudah dua hari jumlah kendaraan terus menurun pada H+4 10 persen dan H+5 penurunannya 5 persen," ujar AKP Suharto saat dihubungi, Jumat (22/6/2018).

Baca Juga : H-2 Lebaran 2018, Penjualan Tiket Bus Reguler di Cimahi Sepi Pemudik

Total jumlah tersebut, kata Suharto, tercatat hingga hari terakhir libur lebaran 2018 pada 21 Juni 2018. Penghitungan jumlah kendaraan tersebut pihaknya melibatkan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat.

"Jumlah kendaraan tersebut dihitung hingga hari kemarin, (Kamis) dan jumlahnya terus mengalami penurunan," katanya.

Baca Juga : Mudik Gratis Bikin PO Bus Reguler di Cimahi Merana

Suharto mengatakan, selama libur lebaran 2018, di jalur Wisata Lembang pihaknya setiap hari melakukan rekayasa arus lalulintas seperti one way dan contra Flow serta penebalan personel di pintu-pintu masuk tempat wisata.

"Di tempat-tempat wisata kami melakukan pengontrolan tempat parkir untuk antisipasi kemacetan, jika sudah penuh kita tutup sementara," kata Suharto.

Baca Juga : Antisipasi Macet di Wisata Lembang, Satlantas Polres Cimahi Pasang Sarana Penunjang

Staf Manajemen Rekayasa Lalulintas, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Didin Nuslihudin, mengatakan jumlah kendaraan yang melintas tersebut dihitung menggunakan alat traffic counting.

"Seperti biasa untuk penghitunganya kita masih menggunakan alat traffic counting dengan akumulasi data per jam," katanya.

Penghitungan jumlah kendaraan tersebut, kata dia, dilakukan yang melaju dari arah Kota Bandung maupun yang melaju dari Subang dan dominasi pengendara yang hendak berwisata dikawasan tersebut.

"Kita hitung dari mulai pukul 08.00 WIB hingga malam hari tergantung volume kendaraan yang melintas dikawasan ini," katanya.

Baca Lainnya