Rabu, 31 Januari 2024 13:28

Kunjungi Pengungsi, Kepala BNPB Pantau Aktivitas Vulkanik Gunungapi Lewotobi Laki-Laki

Reporter : Saiful Huda Ems (SHE)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, S. Sos., M.M., memantau pengungsi erupsi gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur NTT, Selasa (30/1/2024).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, S. Sos., M.M., memantau pengungsi erupsi gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur NTT, Selasa (30/1/2024). [PosKupang.com]

Limawaktu.id, Flores Timur - Kepala Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto  menyempatkan diri melihat kondisi pengungsian warga yang berada di SD Katholik Konga. Di posko pengungsian itu sebanyak 1.779 jiwa menempati tenda darurat yang didirikan oleh lintas instansi terkait.

Kepala BNPB menyempatkan diri berdialog dengan beberapa warga pengungsi. Dari dialog itu, masyarakat rata-rata masih memiliki semangat yang tinggi meski sudah hampir sebulan menempati tenda pengungsian.

"Dri dialog yang saya lakukan rata-rata mereka masih semangat,” kata Suharyanto, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/1/2024).

Suharyanto berharap, aktivitas vulkanik gunungapi Lewotobi Laki-Laki dapat berangsur-angsur menurun sehingga para warga pengungsi dapat segera diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

Dia menjelaskan, pihaknya akan terus memantau perkembangan gunungapi Lewotobi Laki-Laki melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) termasuk meminta rekomendasi untuk tiap-tiap tahapannya agar dipedomani oleh masyarakat.

"Status gunungapi Lewotobi Laki-Laki sudah turun dari level IV ‘Awas’ menjadi level III ‘Siaga’. Mudah-mudahan ini turun terus sampai level II sehingga warga bisa kembali ke rumah masing-masing. Mereka sudah di sini selama sebulan,” jelas Suharyanto.

Sebelum pamit melanjutkan giat kunjungan kerja, Kepala BNPB menyerahkan dukungan logistik dan peralatan kepada warga. Diharapkan dari dukungan itu dapat meringankan beban para pengungsi.

Salah satu warga penerima dukungan dari BNPB mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam. Bantuan tersebut merupakan bentuk kasih sayang Tuhan kepada warga terdampak erupsi gunungapi Lewotobi Laki-Laki melalui BNPB.

“Jika ‘NTT' itu kepanjangan dari 'Nasib Tidak Tentu', namun ‘NTT' juga berarti 'Nanti Tuhan Tolong'. Kami percaya dan yakin bahwa bantuan dari bapak Kepala BNPB dan yang lainnya adalah bentuk pertolongan Tuhan untuk kami yang ada di sini,” ungkap salah satu warga.

Melanjutkan giat kunjungan kerja, Kepala BNPB mendatangi Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-Laki. Setibanya di halaman Pos Pengamatan, Suharyanto langsung membidik puncak Lewotobi Laki-Laki menggunakan kamera yang sudah dilengkapi lensa telephoto, sebagai salah satu instrumen alat perekaman data visual.

Dari pantauan visual itu, pandangan Suharyanto terhalang kabut yang menyembunyikan puncaknya. Suharyanto kemudian memeriksa instrumen lain yang berada di dalam ruangan pos pengamatan.

Dari petugas pos pantau, Suharyanto mendapatkan kejelasan bagaimana PVMBG menetapkan kenaikan dan penurunan level status gunungapi. Instrumen yang dimiliki di sana juga sama yang digunakan di lokasi lain seperti di gunungapi Marapi, Sinabung, Lewotolok dan sebagainya.

“Alat instrumen ini sama canggihnya seperti di pos-pos lain,” jelas Suharyanto.

Sebelum meninggalkan Pos Pengamatan Gunungapi, Suharyanto berpesan kepada tim agar terus semangat dalam memberikan informasi gunungapi kepada masyarakat. Kepada seluruh unsur Forkopimda yang turut hadir di sana, Suharyanto meminta agar segala rekomendasi PVMBG dapat dipedomani bersama demi keselamatan masyarakat sebagai hukum yang tertinggi.

“Saya minta apa yang menjadi rekomendasi PVMBG ini dipedomani untuk masyarakat kita. Karena keselamatan masyarakat adalah hukum yang tertinggi,” kata Suharyanto.

Selepas meninggalkan Pos Pengamatan, Suharyanto kemudian melakukan peninjauan udara menggunakan helikopter BNPB. Dari pantauan selama kurang lebih 15 menit, Kepala BNPB melihat jalur lava yang menghanguskan vegetasi hutan belukar lereng Lewotobi Laki-Laki di sektor timur laut.

Dari atas helikopter, Kepala BNPB juga melihat beberapa asap berwarna putih masih keluar di beberapa titik. Beruntungnya, tidak satupun ditemukan permukiman penduduk di area tersebut. Hal itu dapat diartikan bahwa aliran lava dipastikan tidak berdampak langsung kepada masyarakat, kecuali abu vulkanik yang dapat menyebar ke segala arah oleh arah angin, maupun lontaran lava pijar.

 

 

 

Baca Lainnya