Rabu, 18 Oktober 2017 22:10

Kronologi Penjebakan Terhadap Sopir Angkutan Online di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Para angkutan online saat aksi damai beberapa waktu lalu
Para Pengendara Angkutan Online saat aksi damai beberapa waktu lalu [Limawaktu]

Limawaktu.id - Ahmad (31), salah seorang pengemudi angkutan online di Kota Cimahi mendapatkan Intimidasi dari pengemudi angkutan konvensional, Rabu (18/10/2017) sekitar pukul 12.00 WIB di kawasan Puri Fajar, Cibeber, Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Dirinya mengaku dijebak oleh pengemudi konvensional melalui orderan yang dipesan.

"Jam 12.00, (mereka) bikin orderan jebakan dan meminta dijemput di Puri Fajar untuk di drop di Rumah Sakit Cibabat," ujarnya melalui sambungan telepon, Rabu (18/10/2017).

Menurutnya, saat diperjalanan hendak menjemput di lokasi yang ditentukan, pemesan tersebut menelepon kembali dan meminta dijemput di salah satu minimarket yang tidak jauh dari lokasi penjemputan.

"Saya bilang, pak jangan disana. Soalnya banyak angkot (konvensional). Kita hargai angkot. Kemudian saat tiba di Puri Fajar, ia mengaku tidak melihat orang yang memesan tersebut," bebernya.

Setelah itu, ia langsung menghubungi pemesan tersebut namun ternyata nomor teleponnya tidak aktif. Setelah itu, sekitar 15 menit kemudian ia kembali menelepon pemesan dan diangkat.

"Orang tersebut minta di jemput di Puskesmas. Saya bilang disana banyak angkot terus dia bilang saya yang tanggung resikonya," katanya.

Saat tiba di Puskesmas untuk menjemput konsumen tersebut, kendaraannya langsung dihadang oleh tujuh orang yang ternyata pengemudi angkutan konvensional. Dari sana katanya, ia mendapatkan intimidasi dari orang-orang tersebut.

Ahmad mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Cimahi dan sudah diproses. "Saya dijebak, tujuh orang udah ngehalangi kendaraan saya," ungkapnya.

Terpisah, pengusaha angkutan online, Akbar Ginanjar mengungkapkan saat ini pihaknya tengah berada di Cibeber, Kota Cimahi untuk mencari orang yang telah melakukan intimidasi kepada rekan-rekan pengemudi angkutan online.

"Ada inisiatif dari rekan rekan dilapangan untuk mencari orangnya. Kita aksi solidaritas bukan untuk mencari kerusuhan," ungkapnya.

"Pemerintah kurang tanggap, harusnya dipanggil kedua belah pihak dan duduk bersama membahas masalah yang ada," ungkapnya.(kit) 

Baca Lainnya