Limawaktu.id - Krisis air bersih menyasar Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukamaju I Kota cimahi sejak tiga bulan terakhir akibat kemarau berkepanjangan. Sebab, pasokan air bersih dari Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Tirta Raharja.
"Selama kemarau, air dari ledeng (Perusda Tirtaraharja) gak nyala. Kurang lebih 3 (tiga) bulan gak ngocor," kata Kepala SDN Sukamaju I, Enung Mutiah saat ditemui di sekolah, Jalan Panembakan, Padasuka, Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jumat (4/10/2019).
Dikatakannya, sekalinya pasokan air mengalir itu dimalam hari sehingga penjaga sekolah terpaksa harus menampung air. Itupun tak berlasung lama. Tidak adanya pasokan air berdampak pada aktifitas para siswa SDN Sukamaju I. Para siswa kesulitan memperoleh air seperti untuk buang air kecil dan membasuh muka hingga wudhu.
Bahkan, kata Enung, pihak sekolah sempat mengintruksikan para siswa yang berjumlah 218 anak untuk membawa air bersih ke sekolah menggunakan botol. "Tapi itu juga gak lama, mungkin di rumah para siswa juga kesulitan air. Kasian juga sama anak-anak harus bawa air terus" ucapnya.
Kemudian, lanjut Enung, muncul opsi permintaan bantuan pengiriman air bersih ke Pemadam Kebakaran (damkar) Kota Cimahi dengan cara membuat proposal pengajuan. "Allhamdulilah sekarang dipasok dari Damkar sejak sebulan terakhir. Kayanya hampir setiap kemarau kondisinya kaya gini," pungkasnya.
Guru Pendidikan Agama Islam SDN Sukamaju I, Irmayasari Hidayah menuturkan, terhentinya pasokan air dari Perusda Tirta Raharja memaksa para siswa tidak menggunakan air untuk wudhu. Mereka hanya melakukan Tayamum atau menyusikan diri tanpa menggunakan air.
"Kita kan ada program salat duha setiap minggunya, karena gak ada air anak-anak jadinya tayamum," katanya. Komandan Regu (Danru) I Damkar Kota Cimahi, Indrahadi mengatakan, sampai saat ini distribusi bantuan air bagi masyarakat Kota Cimahi yang menggunakan kendaraan Damkar sudah mencapai 11.500 liter air. "Kita sumber airnya dari UPT Air Minum Pemkot Cimahi," ucapnya.