Senin, 15 Januari 2024 13:34

KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Gunakan Hak Pilihnya di Pemilu 2024

Reporter : Wawan Gunawan
KPU Kota Bandung melakukan sosialisasi terkait Pemilu 2024 di acara Siniar Ngariung Diskominfo Kota Bandung, akhir pekan kemarin
KPU Kota Bandung melakukan sosialisasi terkait Pemilu 2024 di acara Siniar Ngariung Diskominfo Kota Bandung, akhir pekan kemarin [Humas Kota Bandung]

Limawaktu.id, Kota Bandung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung mengajak para Pemilih Pemula untuk menggunakan hak suaranya pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang akan digelar 14 Februari mendatang.Di sisi lain, KPU Kota Bandung juga menyebut terjadi peningkatan angka partisipasi pemula di Kota Bandung.

Dari total 1.872.381 Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Bandung, sekitar 700.000 pemilih di antaranya merupakan pemilih pemula hingga usia muda (30 tahun).

“Tren pemilihan umum di Kota Bandung selalu baik. Dan kami berharap ke depannya tren positif ini terus dilanjutkan,” ujar Komisioner KPU Kota Bandung Bidang SDM dan Edukasi Masyarakat, Khoirul Anam Gumilar Winata dalam Siniar Ngariung Diskominfo Kota Bandung.

Lebih lanjut, Anam menyebut presentase pemilih pemula dan pemilih muda di Kota Bandung yang mencapai sekitar 55 persen ini punya peran besar menentukan nasib bangsa Indonesia lima tahun ke depan.

Oleh karenanya, ia berpesan menjadi golput bukanlah pilihan tepat.

“Calon-calon ini menentukan nasib bangsa lima tahun ke depan. Sebagai pemilih, kita perlu aktif mencari tahu calon pemimpin kita. Baik itu calon Presiden serta Wakil Presiden, DPD RI, DPRD Provinsi, ataupun DPRD Kabupaten/Kota. Akses untuk mencari tahu latar belakang mereka kini sudah jauh lebih mudah,” ucap Anam.

Saat ini KPU Kota Bandung sedang melakukan proses penyortiran dan pelipatan kertas suara. Proses ini ditargetkan selesai 18 Januari mendatang.

Terkait hoaks ataupun sentimen negatif selama proses kampanye pemilu berlangsung, Anam berpesan agar semua pihak sama-sama menahan diri dan menjaga kerukunan bersama agar pesta demokrasi lima tahunan ini dapat dirayakan dalam suasana kondusif.

“Hoaks dan sentimen negatif seperti isu sara ini juga tantangan. Tapi untuk mencegah penyebarannya, teman-teman mulai biasakan untuk mencari informasi dari sumber primernya. Misalnya dari situs resmi atau media sosial KPU Pusat, KPU Provinsi atau Kabupaten/Kota,” pesannya.

Ia juga meminta agar semua pihak tidak langsung menyebarkan informasi jika tidak diketahui validitasnya.

“Cek dulu informasinya valid atau tidak. Jangan langsung disebarkan,” katanya.

Untuk diketahui, presentase partisipasi pemilih di Kota Bandung pada Pemilu 2019 sebanyak 87 persen.

Berkaca dari tren tersebut, KPU Kota Bandung menargetkan presentase partisipasi pemilih mencapai 90 persen pada Pemilu 2024 mendatang.

Sebagai informasi pula, perbincangan Anam dan Diskominfo Kota Bandung dapat anda saksikan di program Ngariung melalui kanal YouTube Diskominfo Kota Bandung.

Baca Lainnya