Rabu, 11 Maret 2020 18:02

Kota Cimahi Masih Dihantui 13 Persoalan

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id- Persoalan Kemiskinan, pengangguran  terbuka, ketimpangan pendapatan, potensi terjadinya bencana masih menjadi permasalahan serius yang dihadapi Kota Cimahi untuk dilakukan penanganan. Sedikitnya ada 13 isu yang masih menjadi persoalan di Kota Cimahi disamping isu tadi.

Selain keempat persoalan tadi masih ada persoalan lagi diantaranya adalah rendahnya kemana dan kenyamanan bertransportasi, rendahnya kualitas perumahan dan pemukiman, rendahnya kualitas lingkungan hidup, belum optimalnya kualitas pendidikan, belum optimalnya kualitas kesehatan, masih tingginya permasalahan kesejahteraan sosial, belum optimalnya pemberdayaan masyarakat, tingginya pertumbuhan penduduk dan belum optimalnya tata kelola pemerintahan.

Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kota Cimahi Huzein Rachmadi mengaku, pihaknya masih berusaha untuk mewujudkan apa yang menjadi janji wali kota Cimahi dengan 21 program prioritasnya. Sampai saat ini hanya tersisa waktu dua tahun untuk menuntaskan apa yang menjadi janji wali kota. Hal itu diungkapkannya, usai pelaksanaan Musrenbang Kota Cimahi yang digelar pada Rabu (11/3/2020) di Cimahi Technopark.

Dikatakan Huzein, akan dilakukan sinergitas antara hasil Musrenbang tingkat kota dengan program yang langsung diterapkan di RW maupun kelurahan. DI RW ada Program Pemberdayaan Masyarakat yang mendapat alokasi Rp 100 juta per RW, serta di Kelurahan Rp 370 juta setahun untuk kegiatan pembangunan.

"Jika ada usulan yang belum terakomodir di Musrenbang, bisa dilakukan dengan memanfaatkan dana PPM atau alokasi dana kelurahan," pungkasnya.

Dalam Musrenbang tingkat kota tahun ini juga tergambar sejumlah target yang dicanangkan Pemkot Cimahi. Seperti target pertumbuhan ekonomi bisa naik 6,04 persen tahun 2021, penurunan tingkat kemiskinan menjadi 4,11 persen, dan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 7,58 persen.

Capaian indikator pembangunan Kota Cimahi di tahun 2018, dari target 5,64 persen pertumbuhan ekonomi mencapai pertumbuhan naik sedikit mencapai 5,68 persen, penurunan tingkat kemiskinan mencapai 4,39 persen dari target 5,61 persen di tahun 2019.

Baca Lainnya