Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK  Wawan Wardiana, melakukan dialog dengan Wali Kota Bandung M Farhan, terkait pembelajaran Pengetahuan Antikorupsi Dasar dan Integritas (PADI), di Bandung, Senin, 22 September 2025
Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana, melakukan dialog dengan Wali Kota Bandung M Farhan, terkait pembelajaran Pengetahuan Antikorupsi Dasar dan Integritas (PADI), di Bandung, Senin, 22 September 2025 [Diskominfo Kota Bandung]
News

Kota Bandung Daerah Pertama Lakukan Pembelajaran Anti Korupsi

Limawaktu.id, Kota Bandung - Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wawan Wardiana menyatakan, Kota Bandung sebagai daerah pertama di Indonesia yang meminta langsung pembelajaran Pengetahuan Antikorupsi Dasar dan Integritas (PADI) dari KPK.

“Kota Bandung adalah kota pertama yang meminta kepada KPK untuk melaksanakan PADI. Bandung menjadi salah satu pilot project yang mudah-mudahan bisa direplikasi oleh daerah lain,” kata Wawan, dalam keterangan tertulisnya, dikutip bandung.go.id, Senin, 22 September 2025.

Menurutnya, PADI merupakan bagian dari tiga pendekatan KPK dalam pemberantasan korupsi, yaitu penindakan, pencegahan, dan pendidikan. Dari ketiganya, pendidikan dianggap paling fundamental karena menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini hingga akhir hayat.

“Pendidikan antikorupsi harus dimulai dari PAUD sampai menjelang maut. Karena kita tidak pernah tahu kapan ajal menjemput. Jangan sampai kita meninggal dalam keadaan sebagai pelaku korupsi,” ujarnya.

Wawan menambahkan, ke depan sebanyak 5 juta ASN di seluruh Indonesia diwajibkan mengikuti pembelajaran serupa minimal satu kali dalam setahun.

“Kalau di KPK, pejabat tinggi sekalipun harus mengikuti 20 jam pelajaran setiap tahun. Harapannya di daerah juga sama, agar semua selalu diingatkan kembali,” jelasnya.

Menurutnya, Bandung memiliki peluang besar menjadi teladan nasional.

“Dengan adanya PADI di Bandung, kita berharap gerakan antikorupsi terlihat secara masif. Minimal dimulai dari ASN, lalu bisa berkembang ke masyarakat umum,” ungkapnya.

 

Baca Lainnya