Kegiatan Bersih-Bersih Pasca Banjir Bandang
Kegiatan Bersih-Bersih Pasca Banjir Bandang [Fery Bangkit]
News

Korban Banjir Bandang Bandung Barat:Pejabat Datang ke Sini Cuma Selfie Doang!

Limawaktu.id - Korban banjir bandang di Kampung Lebaksari RT 01 RW 02, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) lambatnya bantuan kebutuhan darurat bagi warga terdampak.

Salah satunya adalah bantuan air bersih yang seharusnya segera datang untuk kebutuhan rumah tangga baru didapat warga dua hari setelah banjir bandang menerjang.

Bantuan air itupun datang dari pihak TNI bukan dari pemerintah daerah. Padahal, jarak antara lokasi bencana dengan kantor pusat pemerintahan KBB hanya 1 kilometer.

"Setelah kejadian saya sudah berapa kali bilang sama petugas yang datang kesini kalau kami butuh air bersih karena rumah kotor bahkan untuk kencing saja pakai air galon, kalau makan sementara ada," kata, Enok (70) salah seorang warga korban banjir, Jumat (3/1/2020).

Dikatakannya, sejak kejadian banjir bandang pada Selasa (21/12/2019) sudah banyak pejabat yang datang. Hanya saja ulahnya hanya membuat warga geram sebab hanya menjadikan kejadian bencana sebagai objek popularitas.

"Ada datang pejabat cuma ikut masukin kaki ke air terus foto-foto, ambil video habis itu pulang saja, bukannya masuk lihat keadaan kami atau beri dukungan moril kek," ujar Enok.

Mereka hanya menjadikan lokasi dan korban bencana sebagai objek swafoto saja. "Apa datang kesini cuma foto pas kita minta bantuan darurat cuma iya iya saja, tapi enggak datang juga," tuturnya.

Saking kesalnya, kata Enok, dia bersama warga lainnya berniat menutup jalan akses utama menuju kantor pemkab. Hal itu dilakukannya karena bantuan yang dibutuhkan warga tak kunjung datang.

"Saya kasihan sama warga lain juga, bahkan saya datangi pemkab tapi bilangnya nanti dikirim,"katanya.

Korban lainnya Tatang Yanuar (42) mengadu hal sama, ia menilai pemerintah daerah kurang tanggap dalam kondisi darurat bencana.  Air bersih baru didapatnya dua hari setelah kejadian, itupun didapat dari TNI.

"Kalau bersihkan rumah bisa dari air selokan, tapi untuk mandi atau buang air kecil kan enggak ada," ucapnya.

Tatang mengatakan, memang kebutuhan darurat warga terdampak itu air bersih, saat itu sumber air bersih tidak ada sama sekali sedangkan untuk logistik warga masih tersedia.
"Ya kita kan inginnya rumah segera bersih kalau makan kita kan posisinya di kota masih deket lah ke pasar,"ujarnya.

Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan menilai upaya yang dilakukan pemda belum maksimal karena keterbatasan personel banyaknya kejadian bencana dalam kurun waktu sama tersebar di belasan titik.

Pada hari yang sama terjadi banjir bandang di 11 titik sehingga petugas sedikit kelimpungan menangani banyaknya laporan yang masuk.

Untuk membersihkan sisa material lumpur pasca banjir, dibutuhkan mobil damkar. Namun, karena minimnya unit mobil damkar yang dimiliki Pemda, unit yang dikerahkan harus bergilir dari satu tempat ke tempat bencana yang lain.

"Mungkin kita nanti coba evaluasi. Karena unit damkar yang kita miliki hanya 2 unit. Itu juga dibagi-bagi. Ada yang lebih dulu ada yang terlambat. Tapi kita coba tuntaskan karena ini tanggung jawab kita," kata Hengky.

Baca Lainnya